Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita BanjarDelapan Pasangan Warga Banjar Nikah Massal

Delapan Pasangan Warga Banjar Nikah Massal

Sebanyak delapan pasangan mengikuti acara nikah massal di aula Setda Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak delapan pasangan mengikuti acara nikah massal yang digelar Pemkot Banjar dalam rangka HUT RI ke-69, bertempat di aula Setda Kota Banjar, Kamis pagi (28/08/2014), sekitar jam 09.00 WIB.

Para pasangan nikah massal ini berasal dari 4 kecamatan se-Kota Banjar yang usianya rata-rata sudah lanjut usia (lansia). Sekertaris Daerah, Feni Fachrudan dan mantan Walikota Banjar, Dr. dr. H. Herman Sutrisno, MM., hadir dalam acara tersebut sebagai saksi.

Pada saat ijab kabul, banyak diantara pasangan tersebut yang harus beberapa kali mengulang pengucapan karena mereka gugup sehingga salah mengucapkan ijab kabul. Sontak saja, kesalahan dalam mengucap ijab kabul itu membuat hadirin yang hadir menjadi tertawa.

Diantara pasangan nikah massal ini, yang paling tua adalah Ade Supriatna (60), sedangkan paling muda adalah Imam (24). Walaupun rata-rata peserta nikah massal ini para usia lanjut, namun bagi mereka cinta memang tidak terbentur batas usia.

Ade Supriatna (60) dan Isah (45), salah satu peserta pasangan nikah massal mengatakan, dirinya merasa senang dan bahagia dengan diadakannya kegiatan seperti ini. “Ini sangat membantu bagi warga yang ingin menikah, namun terbentur masalah biaya. Alhamdulillah, saya merasa senang dan bahagia bisa menikah lagi,” ujar Ade kepada HR.

Isah, pasangan Ade Supriatna, mengaku bahwa usia tidak menjadikan batasan bagi mereka yang ingin berumah tangga. “Usia bapak 60 tahun dan saya 45 tahun,” kata Isah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Banjar, H. Kaswad, mengatakan, acara nikah massal ini rutin digelar setiap tahun, karena disinyalir masih banyak suami istri yang belum memiliki surat nikah.

“Semoga pasangan nikah massal ini menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Selain itu, dengan nikah massal ini dikalangan masyarakat tidak ada lagi suami istri yang belum memiliki surat nikah,” kata Kaswad. (Hermanto/R3/HR-Online)