Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita PangandaranJembatan Cikacepit Pangandaran Simpan Cerita Budaya Masa Lalu

Jembatan Cikacepit Pangandaran Simpan Cerita Budaya Masa Lalu

Jembatan Cikacepit, di di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Foto: istimewa

Kalipucang, (harapanrakyat.com),-

Sebagai bentuk pelestarian budaya dan mengingat sejarah masa lalu, sejumlah budayawan asal Pangandaran menggelar acara seni dengan tema ‘Pelestarian Budaya Buhun’, di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, tepatnya di jalur kereta Api Banjar- Pangandaran atau dekat jembatan Cikacepit, Jum’at (29/08/2014).

Acara yang dihadiri Penjabat Bupati Pangandaran, H. Endjang Naffandy beserta jajaran Pemkab Pangandaran ini, menampilkan berbagai pagelaran budaya setempat yang eksistensinya saat ini hampir punah.

Salah Seorang Panitia Penyelengara, Udan Heryana, mengatakan, seni budaya asal Pangandaran yang masih berkembang hingga saat ini, yakni seni dogdog angklung. Budaya ini masih dilestarikan oleh sejumlah seniman budaya Pangandaran.

Menurut Udan, alat musik tradisional dogdog memiliki ciri khas tersendiri dan memiliki suara berbeda dengan alat musik ‘pukul’ lainnya.  Ciri khas seni dogdog ini terdapat pada alat musik tamtam yang memiliki suara yang unik.

Di tempat yang sama, Budayawan asal Kabupaten Pangandaran, Didin Jantreng, mengatakan, digelarnya acara pagelaran seni budaya buhun di dekat jembatan Cikacepit, yakni untuk mengingat para pejuang yang telah mengorbankan nyawanya saat membangun jembatan tersebut.

“Pada jaman penjajahan dulu, seni tradisional dogdog ini selalu diminta oleh tentara Belanda untuk menghibur mereka. Nah, tempat pertunjukannya berada di sekitar jembatan ini,” ujarnya. (Ntang/R2/HR-Online)