Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita PangandaranPAD dari Tol Wisata Pangandaran Turun Rp. 74, 1 Juta

PAD dari Tol Wisata Pangandaran Turun Rp. 74, 1 Juta

Suasana di pintu tol masuk kawasan wisata pantai Pangandaran, saat musim libur lebaran tahun ini. Foto: Madlani/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran pada libur Lebaran tahun ini mengalami penurunan dibanding dengan tahun kemarin. Dari H-2 Lebaran sampai H+7 Lebaran, PAD dari retribusi pintu tol wisata menurun sebesar Rp. 74.131.600 atau sekitar 5% dibanding tahun lalu.

Kepala Dinas Pariwisata, Perindagkop dan UMKM, Kabupaten Pangandaran, Drs. Suheryana mengatakan, setelah melakukan evaluasi internal, diketahui terjadi penurunan angka kunjungan wisatawan dan PAD pada libur Lebaran tahun ini.

“Libur Lebaran tahun lalu, kita mendapat PAD sebesar Rp. 509.065.200. Namun, untuk tahun ini hanya sebesar Rp. 434.933.600,” katanya, kepada HR, Selasa (05/08/2014).

Suheryana menambahkan, dengan adanya penurunan ini, pihaknya akan melakukan pembenahan dan mencari sebab terjadinya penurunan PAD tersebut. “ Kita nanti akan pelajari dulu, apakah karena faktor “bolong-bolong” atau faktor lain yang menyebabkan penurunan PAD dan wisatawan ini, “ jelasnya.

Namun demikian, lanjut Suheryana, dalam evaluasi dan pembenahan tersebut, pihaknya bukan berarti mencari kambing hitam atas penyebab penurunan tersebut. Namun, hal itu sebagai bahan perbaikan di kemudian hari. Menurutnya, apabila masih ada kekurangan, pihaknya akan melakukan evaluasi dengan mengajak seluruh stakeholder di Pangandaran untuk bersama-sama mencari solusi.

Selain itu, kata Suheryana, pihaknya pun akan melakukan evaluasi kinerja terhadap para pegawainya, terutama yang bertugas di loket pintu tol wisata. “Perlu juga kita mengevaluasi para petugas di lapangan. Dalam evaluasi nanti kita akan lebih spesifisik mencari penyebab dari penurunan PAD ini,” ungkapnya.

Menurut Suheryana, jika perhitungan secara rinci di masing-masing objek wisata, hanya objek wisata pantai Karapyak saja yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung dan PAD. Hal itu terjadi menyusul infrastruktur jalan ke lokasi wisata tersebut sudah ada perbaikan.

“Sementara di objek wisata lain, mengalami penurunan, meski tidak terlalu siginifikan apabila dibanding dengan tahun kemarin,” imbuhnya.

Kabid Pariwisata Edi Kusnadi, mengatakan, perlu ada komitmen dari pemerintah dan stakeholder di Pangandaran untuk penyelamatan PAD dari sektor parawisata. Hal itu dengan cara bersama-sama komitmen menekan angka kebocoran di kantung-kantung penghasil PAD.

“Kalau menghilangkan kebocoran tentunya sulit, karena ini kaitannya dengan semua pihak. Minimalnya bisa menekan kebocoran dengan bersama-sama membuat komitmen dan kemudian konsisten mengawalnya,” ungkapnya.

Edi mengatakan, perlu menjalin komunikasi dengan seluruh stakeholder guna membahas pengembangan pariwisata, sehingga masyarakat akan merasa memiliki destinasi wisata. “ Kalau sudah muncul rasa memiliki di masyarakat, tentunya kita mudah untuk menekan kebocoran PAD,” ungkapnya.

Sementara itu, data yang diperoleh Dinas Parawisata, Deperindagkop dan UMKM Pangandaran menunjukan bahwa dari H- 2 (26/08/2014) sampai H+7 (03/08/2014) Lebaran, Pemkab Pangandaran hanya berhasil meraup PAD sebesar Rp. 434.933.600 dari jumlah pengunjung sebanyak 192. 377 orang.

Penurunan PAD dan wisatawan ini kurang lebih sekitar 5%. Sementara pada libur Lebaran tahun kemarin, Pemkab bisa maraup keuntungan PAD hingga mencapai Rp. 509.065.200 dari jumlah pengunjung sebanyak 203.207 orang.

Adapun rincian PAD dari retribusi pintu masuk dan jumlah kunjungan wisatawan di masing objek wisata sebagai berikut:

No Objek Wisata Jumlah Wisatawan Realisasi PAD
1 Pangandaran 133.343 Rp. 289.092.500
2 Batu Hiu 6.299 Rp. 18.405.000
3 Karapyak 6.670 Rp. 12.504.600
4 Green Canyon 11.610 Rp. 28.794.000
5 Batukaras 34.455 Rp. 86.137.500

  (Mad/Koran-HR)