Pantai Pangandaran “Surga” Komunitas Peselancar

Aktifitas Surfing/ Selancar yang dilakukan komunitas pecinta surfing di Pangandaran. Photo : Entang Saeful Rachman/ HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Objek wisata Pangandaran, Jawa Barat, memiliki dua tempat surfing atau selancar. Bagi para pecinta surfing, tentu sudah mengetahui dimana kedua lokasi favorit tersebut. Lokasi itu berada di Pantai Barat Pangandaran dan Pantai Batukaras Cijulang.

Ketua Komunitas Pecinta Surfing Pangandaran, Asep, Selasa (12/8/2014), membenarkan, di Pangandaran terdapat dua surga bagi para peselancar. Menurut dia, kedua lokasi itu surga bagi peselancar asing ataupun lokal.

Asep menuturkan, kedua tempat ini bisa memacu adrenalin para peselancar. Selain ombak yang ada di kedua lokasi besar, pemandangan di kedua lokasi ini membuat para wisatawan dan peselancar nyaman.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan, terdapat lima grup komunitas peselancar yang ada di wilayah objek wisata Pangandaran. Kelimanya dibedakan menurut kelasnya masing-masing, sesuai dengan kemampuan peselancara serta ukuran (besar/ kecil) papan selancar yang digunakan.

Asep juga menambahkan, latihan selancar bagi komunitas (pecinta surfing) ini dijadwalkan setiap hari (pagi dan sore). Pertimbangannya tergantung kondisi gelombang air laut atau ombak di hari latihan tersebut.

Atlet Selancar Nasional Minim Perhatian

Pada kesempatan yang sama, Asep mengungkapkan minimnya perhatian pemerintah terhadap para atlit selancar. Menurut dia, Kabupaten Pangandaran sebenarnya memiliki 5 atlet selancar. Kelimanya merupakan atlit nasional.

Tidak jarang, kelima atlit selancar itu menjuarai lomba dan mengharumkan nama daerah sendiri. Beberapa even yang pernah dilalui, antara lain even selancar di Pulo Merah dan Bali. Atlit Pangandaran berhasil menjadi juara pertamanya.

Tapi sayangnya, kata Asep, seiring dengan banjirnya prestasi mereka (atlit) Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan Pemkab Pangandaran memandang mereka sebelah mata. Perjuangan mereka mengharumkan nama daerah di even bergengsi tidak dihargai.

Atlit Selancar Nasional asal Pangandaran, Dian, mengaku sudah menjadi atlit selancar salama kurang lebih empat tahun. Dia juga menyebutkan, dirinya sering mengikuti even turnamen dan menjuarai even tersebut.

“Sepanjang itu juga, bantuan dan perhatian baik dari Pemrpov ataupun Pemkab nihil,” kata Dian.

Dian berserta atlet selancar lainnya yang ada di Pangandaran berharap, Pemprov Jabar dan Pemkab Pangandaran memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sudah turut serta mengharumkan nama daerah. (Ntang/Koran-HR)