Petani Pepaya Pertanyakan Keseriusan Pemkot Banjar

Pepaya Calina/California produk Langensari semakin melimpah di salah satu pengepul milik Wahyudin, dusun Rancabulus Rt 5/8, Desa Rejasari, Kec. Langensari. Sayangnya, produk unggulan ini tak mendapat perhatian serius dari Pemkot Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah petani Pepaya Calina/California di Kecamatan Langensari, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Banjar untuk membantu pengembangan buah pepaya yang mereka hasilkan selama ini.

Seperti dikatakan Wahyudin, salah seorang petani sekaligus pengepul yang merintis berkembangnya hasil pertanian buah pepaya Calina, hingga sekarang pepaya tersebut menjadi produk unggulan pertanian di Kota Banjar.

“Petani di sini bisa dikatakan mandiri dalam mengembangkan produk tani pepaya, mulai dari proses bertani, permodalan dan pemasarannya. Untuk itu, pemerintah perlu ikut turun tangan lebih intens memberdayakan petani, dan mengembangkan lebih luas lagi buah pepaya produk Langensari ini,” tuturnya, kepada HR, Minggu (10/08/2014).

Dia juga mengatakan, Pepaya Calina asal Langensari, Kota Banjar, sudah terkenal di luar kota, seperti Bandung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, bahkan beberapa kota di wilayah Jawa Timur.

Menurut Wahyudin, dengan sudah dikenalnya buah pepaya produksi Langensari yang kini menjadi komoditi unggulan Kota Banjar, tentu harus dipertahankan oleh semua komponen, baik petani, organisasi petani maupun pihak pemerintah kota.

Jangan sampai produk pertanian yang sudah dikembangkan ini direbut dan diakui oleh daerah lain untuk dijadikan produk unggulannya. Seperti halnya terjadi pada produksi susu kamping PE asal Kota Banjar, yang ternyata diolah dan dikemas di Tasikmalaya, sehingga susu tersebut kini terkenalnya produksi Tasikmalaya.

“Apakah tidak sayang buah Pepaya California unggulan Kota Banjar yang sudah dikenal rasa dan kwalitasnya itu pengembangannya hanya jalan di tempat saja. Diseprindagkop sebagai instansi terkait pernah berjanji akan memberdayakan dan mengembangkannya, serta akan membantu memfasilitasi petani. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tuturnya.

Namun, Wahyudin mengaku senang ketika HR memberitahu bahwa pengepul Pepaya California di Kota Banjar akan diberi bantuan modal oleh Kementrian Perdagangan dan KUKM RI. Menurutnya, hal itu mungkin jawaban atas janji pemerintah yang akan mengembangkan komoditi unggulan Pepaya California Langensari.

Sebelumnya, informasi tersebut diperoleh HR dari Ketua Kadin Kota Banjar, H. Soni Suprayogi, Jumat (08/08/2014). Dia mengatakan, hasil Pepaya California yang melimpah dengan omsetnya mencapai miliaran rupiah, maka Kadin Kota Banjar mencoba memfasilitasi para petani dan pengepul ke Kementrian Perdagangan RI.

“Ini menjadi kabar gembira bagi petani pepaya Langensari, karena usaha kami membuahkan hasil, yaitu akan ada bantuan modal dari Kementrian Perdagangan. Cuma jumlah bantuannya kami belum mengetahui pastinya. Yang jelas, kami sekarang sedang mendata, khususnya pengepul, yang nantinya akan diberikan bantuan,” kata Soni.

Dia menambahkan, untuk mendapatkan bantuan tersebut, pengepul harus memenuhi prosedur, seperti mempunyai Surat Ijin Usaha, Terdaftar Wajib Kena Pajak, serta persyaratan lain yang harus dimilikinya. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA