Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariPuluhan Hektar Sawah di Ciamis Diserang Hama Wereng

Puluhan Hektar Sawah di Ciamis Diserang Hama Wereng

Salah seorang petani di di Blok Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat memeriksa tanaman padi menyusul serangan hama werang yang terjadi di daerah tersebut, Jum’at (08/08/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan hektar areal persawahan di Blok Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, diserang hama wereng atau hama jamur merah. Akibatnya, kondisi padi yang kini siap panen, mati akibat serangan hama yang terjadi secara sporadis tersebut.

Menurut Inah (42), petani setempat, serangan hama kali ini sangat luar biasa. Hektaran sawah yang berada di daerah tersebut habis diserang hama wereng tersebut.

“Kini petani di sini panik dan kebingungan untuk memberantas hama wereng ini. Pasalnya, kami sudah semaksimal mungkin merawat dan menyemprotkan obat pembasmi hama ke tanaman padi. Namun, hasilnya tak satupun obat yang mampu membasmi hama tersebut,” katanya, kepada HR, akhir pekan lalu.

Akibat serangan hama ini, lanjut Inah, dipastikan 80 persen areal persawahan di daerahnya akan mengalami gagal panen. Karena hingga saat ini belum ada cara untuk menangkal serangan hama tersebut.

“Kalau dilihat sepintas, memang tanaman padi ini tidak seperti tengah diserang hama. Karena hama jamur merah yang menempel di batang padi kelihatannya sangat kecil. Namun demikian, hama ini daya rusaknya terhadap padi sangat luar biasa,” terangnya.

Inah berharap Dinas Pertanian Ciamis segera turun ke lapangan dan mencari solusi untuk memberantas serangan hama tersebut. “Terus terang, kami bingung mencari cara untuk membasmi serangan hama ini,” keluhnya.

Sementara itu, kasus hama wereng yang menyerang areal persawahan di wilayah Kecamatan Pamarican, bukan hanya kali ini saja. Tetapi, sebelumnya pun kasus serupa pernah terjadi di daerah tersebut. Namun, serangan hama kali ini dikategorikan paling parah apabila dibanding yang terjadi sebelumnya. (Ntang/R2/HR-Online)