Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisSoal Penguatan Koperasi, Disperindagkop Ciamis Tunggu Program Pemprov

Soal Penguatan Koperasi, Disperindagkop Ciamis Tunggu Program Pemprov

Foto: Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Ciamis melansir jumlah koperasi saat ini mencapai sekitar 600-an unit. Namun dari total jumlah itu hanya sebanyak 271 koperasi yang terbilang masih aktif.

Padahal, Dalam momen peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 67, beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, meminta peran koperasi sebagai soko guru ekonomi kembali dihidupkan.

Menanggapi hal itu, Kasie Kelembagaan Koperasi Disperindagkop Ciamis, Iman Kardiman, S.Sos, Selasa (5/8/2014), tidak menyangkal keinginan Gubernur Jabar tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengetahuinya.

Hanya saja, kata Iman, saat ini Disperindagkop Ciamis belum memiliki kegiatan dan program untuk penguatan kelembagaan koperasi. Berkaitan dengan ini, Disperindagkop akan menunggu program yang akan digulirkan oleh Pemprov Jabar.

“Kita belum ada program untuk itu (penguatan kelembagaan koperasi). Kita akan menunggu program dari Pemprov Jabar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Koperasi dan UMKM, Drs. Adang Hadijaman, M.Pd, menyebutkan, pihaknya tentu akan berupaya merealisasikan apa yang menjadi program Pemrov Jabar, terkait penguatan kelembagaan koperasi.

Diakui Adang, jumlah koperasi di Kabupaten Ciamis memang banyak, bahkan mencapai sekitar 600-an. Dari jumlah itu, tercatat hanya sekitar 271 unit koperasi yang masih bisa dibilang aktif.

Menurut Adang, mayoritas kendala yang dialami setiap koperasi adalah masalah sumber daya manusia (SDM). Kelemahan SDM membuat koperasi kurang berjalan dengan baik, sehingga tidak sedikit yang gulung tikar.

“Ditambah lagi, kendala SDM pengurus koperasi yang memiliki motivasi untuk mencari keuntungan pribadi,” katanya.

Adang mengaku pihaknya memiliki solusi, salah satunya adalah pembenahan SDM yang akan mengelola koperasi. Sebab, pemahaman tentang perkoperasian sangat penting untuk membangun dan memajukan kelembagaan koperasi. (Deni/Koran-HR)