Pertandingan PSGC Ciamis kontra Persipon Pontianak, pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Grup 3, di Stadion Galuh Ciamis, Jum’at (15/08/2014) malam. Pada laga tersebut, PSGC menang tipis 1-0. Foto: Eli Suherli/HR
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
PSGC Ciamis memastikan lolos ke babak 16 besar Divisi Utama Liga Indonesia setelah berhasil menekuk Persipon Pontianak dengan skor tipis 1-0, pada lanjutan kompetisi Divisi Utama Grup 3, di Stadion Galuh Ciamis, Jum’at (15/08/2014) malam. Gol semata wayang PSGC diciptakan Emile Linkers pada menit ke 55.
Meski PSGC masih menyisakan satu laga pada babak penyisihan di Grup 3, yakni melawan Persibangga Purbalingga, Sabtu (23/08/2014) pekan depan, namun kemenangan pada laga ini menjadi penentu lolos ke babak berikutnya. PSGC pun merupakan klub pertama di Grup 3 yang memastikan lolos ke babak 16 besar.
Dari jalannya laga, di menit-menit awal babak pertama, PSGC sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang. Sementara tim tamu Persipon lebih memilih melakukan serangan balik dengan merapatkan barisan pertahanannya.
Di awal babak pertama, kedua tim tampil kurang greget. Tempo permainan pun berjalan lambat karena kedua tim tampak berhati-hati agar tidak lebih dulu kemasukan gol. Maklum, laga ini merupakan partai penentu bagi kedua tim untuk memastikan lolos ke babak 16 besar.
Peluang PSGC sepanjang babak pertama baru tercipta pada menit ke 40 melalui tendangan keras Erwin Ramdani dari luar kotak pinalti. Namun sayang, arah bolanya masih mengarah ke pelukan penjaga gawang Persipon yang dijaga Daeng Lukman. Hingga pluit babak pertama dibunyikan, kedudukan masih sama kuat 0-0.
Di babak kedua, pelatih PSGC Budiman Yunus, mencoba mengubah pola permainan. Pada menit 48, Budiman menarik keluar Rosian dan mamasukan striker Arif Budiman untuk mempertajam serangan. Alhasil, serangan PSGC pun mulai tampak greget.
Baru beberapa menit masuk lapangan, tepatnya di menit 53, Arif Budiman langsung mengancam gawang Persipon Pontianak lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun sayang, tendangannya masih berada tipis di atas mistar gawang.
Akhirnya, di menit 55, PSGC berhasil memecahkan kebuntuan. Melalui kerjasama apik antara Moris Power dengan Budiawan di jantung pertahanan lawan, berhasil diselesaikan dengan baik oleh Emily Linkers. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan PSGC Ciamis.
Masih belum puas dengan satu gol, serangan demi serangan terus diperagakan tim asuhan Budiman Yunus. Lagi-lagi skuad PSGC memberikan ancaman ke skuad Persipon lewat tendangan Budiawan dari luar kotak penalti padai menit ke 60. Namun sayang, tendangannya masih membentur mistar gawang yang dijaga Daeng Lukman.
Moris Power pun nyaris saja menambah keunggulan PSGC melalui tendangan kerasnya dari luar kotak pinalti. Namun, tendangannya masih membentur mistar gawang.
Di akhir laga, tensi pertandingan semakin keras di lapangan. Saat itu pemain belakang PSGC, Arozi, dijatuhkan oleh pemain depan Persipon. Melihat pelanggaran keras yang dilakukan pemain Persipon, tampaknya menyulut emosi pemain PSGC lainnya. Akhirnya keributan antar pemain pun pecah.
Pada menit 80, Wasit Ismail Marjuki, langsung menghentikan pertandingan karena terjadi kericuhan di lapangan. Pasalnya, keributan antar pemain di lapangan menyulut kemarahan penonton tuan rumah. Beruntung aparat keamanan dari Polres dan Kodim Ciamis berhasil mengendalikan situasi.
Manajer kedua tim dan pengawas pertandingan langsung mendiskusikan apakah pertandingan tersebut akan dilanjutkan atau tidak. Akhirnya disepakati pertandingan dilanjutkan, mengingat laga hanya menyisakan beberapa menit lagi.
Pertandingan pun kemudian dilanjutkan. Namun, baru beberapa menit setelah laga dihentikan, keributan antar pemain pun kembali pecah. Saat itu pemain Persipon melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PSGC. Melihat pemain lawan yang berkali-kali bermain kasar, membuat pemain PSGC kembali emosi.
Laga pun akhirnya usai untuk kemenangan PSGC. Namun, usai laga pemain Persipon melakukan tindakan tidak terpuji. Saat itu wasit Ismail Marzuki dipukul oleh pemain Persipon. Keributan pun kembali pecah. Penonton yang marah dengan sikap emosional pemain tamu, akhirnya memicu aksi pelemparan botol air mineral dari tribun penonton.
Pemain Persipon pun langsung dievakuasi oleh aparat keamanan untuk menghindari amukan penonton. (DSW/R2/HR-Online)