Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita Banjar50 Motor dan Ketua PMII Kota Banjar Terjaring Razia

50 Motor dan Ketua PMII Kota Banjar Terjaring Razia

Petugas Satlantas Polresta Banjar saat memeriksa kelengkapan surat kendaraan pengguna sepeda motor, di jalan Mayjen Didi Kartasasmita ini, tepatnya didepan taman kota Banjar, Sabtu (4/10/2014) malam. Foto: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 50 unit sepeda motor terjaring razia yang digelar satuan lalu lintas polres Banjar, Sabtu (4/10/2014) malam. Razia yang digelar sekitar pukul 21.00 WIB ini, selain berhasil menjaring puluhan sepeda motor, petugas juga menjaring ketua PMII kota Banjar yang menggunakan sepeda motor jenis Vespa tanpa surat-surat kendaraan.

Kegiatan razia yang digelar pada malam takbiran Idul Adha ini bertempat di jalan Mayjen Didi Kartasasmita ini, tepatnya didepan taman kota Banjar. Kegiatan tersebut sempat menjadi tontonan warga karena saking banyaknya yang terkena razia.

Dalam razia tersebut, sepeda motor yang terjaring rata-rata tidak lengkap surat-suratnya, berknalpot bising, dan si pengendara tidak mamakai helm. Bahkan, ketua PMII kota Banjar Wahidan terjaring dalam razia tersebut.

Tokoh pemuda “si raja kritik pemerintah kota Banjar itu” terjaring karena kelengkapan surat-surat kendaraannya tidak ada. Namun, dalam kegiatan tersebut pihak Polres Banjar tidak tebang pilih. Siapa saja yang melanggar dan bila tidak bisa memperlihatkan surat-surat kendaraan, maka akan langsung ditilang.

Saat dikonfirmasi HR , Wahidan (24) selaku ketua PMII II kota Banjar mengaku pada saat itu sedang dalam tes kinerja Polres Banjar khususnya bidang lalu lintas.

“Saya sengaja memakai motor yang tidak lengkap surat-surat kendaraannya, dan saya salut petugas tidak tebang pilih, hingga saya pun terjaring dalam razia tersebut,”ujar Wahidan yang pada saat itu menggunakan motor Vespa “perang” dan membawa sebuah gitar kecil jenis Ukulele.

Wahidan menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi upaya pihak polres Banjar dalam rangka operasi pengamanan dan penertiban lalu lintas. Karena, menurutnya kota Banjar termasuk kategori angka kecelakaan lalu lintasnya cukup tinggi, sehingga langkah ini diharapkan mampu meminimalisir tingginya kecelakaan lalu lintas, mengurangi kendaraan yang berknalpot bising, serta masyarakatnya pun jadi bisa memahami tertib dalam berlalu lintas.

“Saya berharap petugas tidak tebang pilih dalam menindak pengguna jalan yang melanggar lalu lintas, siapa saja yang melanggar harus disikat,” imbuh Wahidan.

Kasat lantas polres banjar, AKP Taryadi mengatakan, puluhan motor yang ditilang dalam razia cipta kondisi ini, karena telah melanggar undang-undang dalam berlalu lintas seperti tidak memakai helm, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta tidak membawa kelengkapan surat-surat lainnya.

“Razia ini dilaksanakan untuk meminimalisir angka kecelakaan, dan pelanggaran lalu lintas, sehingga hal ini juga merupakan tanggung jawab bersama bagi keselamatan pengguna jalan,”ujar Taryadi.

Taryadi menambahkan, bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih sangat rendah, sehingga pihaknya akan terus meningkatkan razia lalu lintas.

Bagi para pengguna jalan yang ditilang, selanjutnya harus mengikuti sidang di pengadilan. (Hermanto/R2/HR-Online)