Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita Terbaru75 Warga Pangandaran Jalani MOW dan MOP

75 Warga Pangandaran Jalani MOW dan MOP

75 warga Kabupaten Pangandaran menjalani Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP), di Puskesmas Pangandaran, Rabu (15/10/2014). Foto: Madlani/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 75 warga Kabupaten Pangandaran menjalani Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP) atau lebih dikenal dengan tubektomi dan vasektomi. Tubektomi dan vasektomi itu sengaja dilakukan ke 75 warga Pangandaran, untuk mengendalikan dan mengatur jumlah keturunan mereka. Kegeiatan diselenggarakan di Puskesmas Pangandaran, Rabu (15/10/2014).

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintahan Desa (BP3APK2BPMPD), Kabupaten Pangandaran, Drs. Asep Agustin, Rabu (15/10/2014), mengatakan, pelaksanaan kegiatan tubektomi dan vasektomi itu merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dilakukan pihaknya di tahun 2014.

‚ÄúTarget kita memang 75 orang, baik itu laki-laki maupun perempuan. Namun jumlahnya lebih banyak perempuan. Operasi ini adalah operasi kecil bagi mereka yang tidak ingin menambah jumlah keturunan,” jelas Asep.

Asep menjelaskan, vasektomi adalah operasi kecil untuk mencegah transportasi sperma pada testikel dan penis. Cara ini merupakan prosedur untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.

Sedangkan tubektomi, kata Asep, pemotongan saluran indung telur (tuba fallopi), sehingga sel telur tidak dapat memasuki rahim untuk dibuahi. Operasi ini bersifat permanen, namun dapat disambungkan kembali,tetapi tingkat fertilitasnya tidak akan kembali seperti sediakala.

Tubektomi dan vasektomi biasanya hanya ditujukan bagi kalangan masyarakat yang sudah memiliki lebih dari tiga anak, dan tidak ingin lagi menambah keturunan.

“Masyarakat yang telah mengikuti operasi, selama tiga hari jangan bekerja terlalu berat. Saat berhubungan suami istri, harus menggunakan kondom, selama 20 kali berhubungan,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun HR, menyebutkan, angka kelahiran dan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) mencapai angka 0,49 persen, dari jumlah penduduk 404.098 jiwa. Dan angka kelahiran mencapai 2,04 persen. Dengan kata lain, dalam satu keluarga terdapat dua hingga tiga orang anak. Dan angka kehamilan pada tahun 2014 ini mencapai sebesar 2.419 jiwa.

Rohayati (36), warga Dusun Cisalak Timur, RT 15 RW 06, Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, mengakui, dirinya sudah mempunyai tiga orang anak.

“Saya sudah mantap ingin melakukan operasi ini, karena tidak ingin menambah anak lagi. Tentunya setelah ada persetujuan dari suami dan orangtua,” jelasnya.

Nurzaman (51), warga Dusun Pangandaran, RT 03 RW 03, Desa Pangandaran, mengaku, selain tidak ingin menambah keturunan, karena sudah memiliki tiga anak, dia ingin membuktikan bahwa meski sudah divasektomi, kejantanan pria tetap meningkat.

“Proses operasi terbilang cukup cepat. Nggak sakit, cuma tadi ada mual sedikit, tapi itu sudah hilang,” kata Nurzaman sambil tersenyum. (Mad/R4/HR-Online)