Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BanjarBaru 2 Hari, Right Parking RSUD Banjar Sudah Rusak

Baru 2 Hari, Right Parking RSUD Banjar Sudah Rusak

Seorang petugas jaga di pos Right Parking RSU Banjar, terpaksa harus memberikan karcis secara manual akibat adanya kerusakan. Photo: Nanang Supendi/HR. 

Seorang petugas jaga di pos Right Parking RSU Banjar, terpaksa harus memberikan karcis secara manual akibat adanya kerusakan. Photo: Nanang Supendi/HR.
Seorang petugas jaga di pos Right Parking RSU Banjar, terpaksa harus memberikan karcis secara manual akibat adanya kerusakan. Photo: Nanang Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sistem parkir meter yang baru dua hari diterapkan oleh Badan Layanan Umum (BLU) RSU Kota Banjar, kini sudah mengalami kerusakan. Akibatnya, jalur masuk ke kawasan RSU terlihat kacau.

Dari pantauan HR, Selasa (21/10/2014), antrian kendaraan roda 2 dan 4 di pintu masuk tersendat hingga puluhan meter. Padahal tujuan diterapkan sistem parkir otomatis, agar tidak terjadi penumpukan antrian kendaraan.

“Sebelum ada mesin parkir, kejadian seperti ini tidak terjadi. Antrian kendaraan tersendat malah tambah lama,” kata salah satu warga yang namanya enggan dikorankan, saat dijumpai HR di sekitar pintu masuk kawasan RSUD Banjar.

Sumber HR tersebut mengaku datang ke RSUD Banjar untuk mengantar saudaranya yang hendak berobat jalan. Menurut dia, meski hanya soal sepele, tapi masalah parkir sangat berpengaruh terhadap citra pemerintah kota, khususnya pihak RSU.

Sistem Right Parking di RSU Banjar memang belum sepenuhnya diterapkan, karena sampai saat ini masih dalam tahap uji coba. Namun, dengan rusaknya fasilitas tersebut, petugas keamanan di pos Right Parking terpaksa harus memberi karcis parkir manual, dengan mencatat plat nomor kendaraan yang masuk guna menghindari antrian bertambah panjang.

Petugas Kasir Right Parking, Fitri, saat dikonfirmasi HR mengenai hal itu, mengatakan, bahwa mesinnya mengalami eror, sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. “Saya tidak mengetahui penyebabnya, karena saya di sini hanya menjaga penarikan uang parkir saja,” kata Fitri.

Guna mengetahui lebih jauh penyebab kerusakan tersebut, selanjutnya HR mencoba menghubungi pihak RSU dan Kepala Unit Parkir. Namun, sampai berita ini diturunkan tidak ada satu pun yang bisa ditemui.

Sebelumnya, RSU Banjar sejak Minggu, (19/10/2014), telah menerapkan sistem parkir meter. Penerapan parkir berbayar bak layaknya di Mall dan perkantoran lainnya, ditujukan untuk mengontrol arus perparkiran di kawasan tersebut.

Alasan lain, penerapan sistem parkir meter dikarenakan kawasan tersebut selalu dipadati kendaraan. Selain mengatasi permasalahan parkir, dan pengamanan, juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perparkiran.

Dengan sistem parkir meter, harga baru bagi setiap kendaraan yang terparkir di kawasan tersebut belum dihitung secara perjam lantaran masih dalam tahap uji coba.

Sehingga, berapa lama pun parkir di kawasan tersebut dikenakan tarif sama. Untuk sepeda motor Rp. 2.000,- , mobil Rp.3.000,-, bus Rp.5.000,-, dan truk Rp.10.000. (Nanks/Koran-HR)