Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BanjarBendungan Matenggeng Terkendala Lahan, BBWS Citanduy Fokus Leuwikeris

Bendungan Matenggeng Terkendala Lahan, BBWS Citanduy Fokus Leuwikeris

Lokasi Bendungan Leuwikeris di kampung Panaekan, Desa Ancol, Kec. Cineam, Kab. Tasikmalaya, Prov. Jabar.

Foto: Dok untuk HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Untuk pengendalian sumber air bagi masyarakat, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC) merencanakan membangun lima bendungan baru. Kelima bendungan itu diantaranya Matenggeng, Leuwikeris, Cikembang, Binangun dan Manonjaya.

Kabid. Program BBWS, Sigit Irawan, ST., MT., didampingi Kasi. Program sekaligus PPK Perencanaan dan Program BBWS, Marwansyah, ST., M.Tech, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (07/10/2014), mengatakan, kelima bendungan tersebut sudah berdasarkan study kelayakan dan menjadi rencana BBWS Citanduy. Tapi, proses pembangunannya baru bisa dilaksanakan beberapa tahun kedepan.

“Dari kelima itu, yang menjadi prioritas atau pembangunannya sudah dipersiapkan ada dua bendungan, yaitu pembangunan Waduk Matenggeng dan Waduk Leuwikeris,” kata Sigit.

Menurut Sigit, lokasi bendungan Leuwikeris berada di hulu Sungai Citanduy, tepatnya di kampung Panaekan, Desa Ancol, Kec. Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sedangkan lokasi bendungan Matenggeng berada di Sungai Cijolang, Desa Matenggeng, Kec. Dayeuh Luhur Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dan di Desa Cibodas, Kec. Tambaksari, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Terletak sekitar 10 kilometer di hulu pertemuan Sungai Cijolang dan Sungai Citanduy, atau di hulu bendungan Bantarheulang.

“Bendungan Matenggeng dan Leuwikeris saat ini masih proses perencanaan desain. Atas rencana prioritas tersebut, yang sudah dipersiapkan perlu adanya dukungan pemerintah setempat, baik kabupaten, kota maupun provinsi. Tak terkecuali juga dukungan dari masyarakat sekitar. Dukungan itu diperlukan untuk memperlancar segalanya, juga diharapkan tidak menemui kendala,” ujarnya.

Selain untuk menampung pengendalian debit air, pembangunan waduk juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik, irigasi pertanian, wisata, perikanan dan menyimpan air tanah agar sumur warga tidak kering. Seperti halnya telah diterapkan pada Bendungan Matenggeng yang mempunyai potensi listrik.

Sementara Kasi. Program BBWS, Marwansyah, ST., M.Tech., menambahkan, Matenggeng dan Leuwikeris sekarang sudah masuk model test dan sertifikasi desain. Artinya, tahun ini memulai masuk sidang teknis dengan pihak keamanan bendungan, sehingga tahun 2015 mendatang sudah tahu kekurangannya.

Kebutuhan Waduk Matenggeng sangat prioritas sebagai media penyimpan cadangan air ketika kemarau atau kekurangan air, dan penampung air di saat hujan lebat sebagai pengendali Banjir.

Menurut Marwansyah, selama ini saat musim hujan air terbuang percuma karena tidak tertampung. Ketika masuk musim kemarau, tidak ada persediaan air karena tidak ada air yang tersimpan atau tertampung.

“Rencana pembangunan megaproyek Waduk Matenggeng bisa dikatakan mengendur, karena ada persoalan sosial. Padahal, megaproyek yang direncanakan sejak lama dan lewat studi tahun 1983, serta sudah memasuki perencanaan matang sejak tahun 2013, terhambat saat pembebasan tanah,” ujarnya.

Pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan anggaran awal pembebasan tanah. Namun, pembebasan tanah terganjal oleh adanya oknum yang diduga memprovokasi warga sehingga sebagian besar warga mematok harga penggantian tanah dengan harga tinggi, atau tak masuk akal.

“Atas permasalahan sosial tersebut, bukan hanya kami saja yang perlu menyelesaikan dan mencari solusi, tapi harus ada turun tangan pemerintah setempat. Karena urusan seperti ini menjadi domain pemerintah daerah,” kata Marwansyah.

Dengan melihat permasalahan sosial tersebut, untuk sementara Matenggeng dipending dulu. Artinya, tetap kedepan ditindaklanjuti, tetapi pihaknya terlebih dahulu mencoba beralih ke rencana pembangunan bendungan Leuwikeris.

Menurut dia, untuk bendungan Leuwikeris ini tidak terlalu banyak dampak yang dirasakan langsung, atau tidak mengganggu lahan penduduk sekitar. Dengan demikian, pihaknya mencoba beralih ke Leuwikeris dan akan segera disosialisasikan.

“Termasuk Pemkot Banjar sudah mendukung dan sudah sepakat untuk membangun Bendungan Leuwikeris di kawasan perbatasan Banjar dan Ciamis. Bendungan tersebut akan besar manfaatnya bagi masyarakat, baik di Banjar dan Ciamis,” pungkas Marwansyah. (Nanang S/Koran-HR)