Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarBukit Pajamben Potensi Wisata Alam Kota Banjar

Bukit Pajamben Potensi Wisata Alam Kota Banjar

Bukit Pejamben memiliki pemandangan sangat eksotis yang diyakini dapat menjadi pemikat bagi wisatawan. Dari atas bukit tersebut pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR

Bukit Pejamben memiliki pemandangan sangat eksotis yang diyakini dapat menjadi pemikat bagi wisatawan. Dari atas bukit tersebut pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.
Bukit Pejamben memiliki pemandangan sangat eksotis yang diyakini dapat menjadi pemikat bagi wisatawan. Dari atas bukit tersebut pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Bukit dan Lembah Pejamben yang terletak di Dusun Priagung, Blok Cijati, RT.9, RW.4, Desa Binangun, Kec. Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, rencananya akan dijadikan objek wisata ilmiah.

Hal itu dikatakan Kasi. Pariwisata, Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata (Dishubkominfopar) Kota Banjar, Neneng Oprawati, kepada HR, saat meninjau ke lokasi bukit tersebut, Selasa pekan lalu.

Dia mengatakan, tujuan dijadikannya objek wisata ilmiah tiada lain untuk membangkitkan geliat pariwisata yang ada di Kota Banjar. Karena, di kota ini masih sangat minim tempat wisata.

Menurut Neneng, selain pemandangan alamnya yang indah, Bukit dan Lembah Pejamben juga memiliki aura mistis yang cukup kuat. Di lokasi tersebut terdapat sebuah air terjun dengan nama air terjun Sarjan, letaknya berada di bagian Lembah Pajamben.

Untuk memasuki ke lokasi air terjun jaraknya pun lumayan jauh dan melewati semak-semak belukar, karena memang Bukit Pejamben terlihat masih “perawan.”

Berdasarkan cerita dari warga sekitar, konon di tempat itu terdapat makam karuhun mereka dengan nama Mbah Jamben. Menurut warga, jika ada yang berfoto di tempat tersebut, maka foto itu tidak akan pernah jadi, dan hasilnya selalu gelap.

“Kalau berfoto di sini biasanya jarang ada yang jadi, malahan gambarnya tidak terlihat,” kata Ujang (41), salah seorang warga sekitar.

Yang lebih uniknya lagi, di sekitar Bukit Pejamben terdapat kampung wisata, dengan jumlah penduduknya hanya terdapat 26 kepala keluarga, dan hanya satu RT. Jarak dari pusat kota ke kampung tersebut kurang lebih 8 kilometer.

Adapun mata pencaharian penduduknya hanya mengandalkan dari penjualan lahang dan kelapa. Meski begitu, mereka hidup damai, tentram dan tetap menikmati kesederhanaan.

Ketua RT.9, RW.4, Syarif (50), mengatakan, warga setempat menyambut dengan suka cita terkait rencana Pemkot Banjar yang akan membengun tempat wisata di kampungnya. Karena, dengan dijadikannya tempat wisata maka kedepannya kampung mereka akan ramai banyak dikunjungi wisatawan.

Syarif berharap, pembangunan tempat wisata ilmiah bisa secepatnya terealisasi, karena diyakini dapat memajukan Dusun Cijati. “Alhamdulillah jika tempat ini akan dijadikan tempat wisata ilmiah atau wisata alam,” kata Syarif.

Sementara itu, Kepala Desa Binangun, Udung, mengaku, pihaknya sangat setuju dengan apa yang direncanakan oleh Pemkot Banjar. Menurutnya, jika Bukit dan Lembah Pajamben dijadikan tempat wisata, bukan tidak mungkin tempat tersebut menjadi daya tarik wisata, khususnya bagi para pecinta alam.

“Tentunya kami sangat senang, karena hal itu akan menjadi daya tarik untuk wisatawan. Tepat di puncak Pajamben, wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat eksotis, dan dapat melihat Kota Banjar dari ketinggian puncak tersebut,” kata Udung. (Hermanto/Koran-HR)