Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranDimosi tidak Percaya; Ini Tanggapan Ketua Plt Golkar Pangandaran

Dimosi tidak Percaya; Ini Tanggapan Ketua Plt Golkar Pangandaran

Tandatangan ke enam Pimpinan Kecamatan partai Golkar yang terlampir dalam surat Mosi Tidak Percaya kepada Ketua Plt. DPD Golkar Pangandaran.

Foto: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Ketua Plt. DPD Golkar Pangandaran, H. E. Kusnadi, SH., membantah dirinya telah lalai dalam mempersiapkan pembentukan DPD Golkar Pangandaran secara definitif, dan menyatakan, tak pernah adanya penggantian sepihak Ketua PK Golkar, Kec. Langkaplancar.

“Soal perpanjangan menjadi Ketua Plt itu merupakan keputusan DPD Provinsi dan DPP partai Golkar, mau diperpanjang berapa kali juga. Alasannya, disebabkan situasi dan kondisi,” jelasnya kepada HR Online saat ditemui di rumahnya, Minggu, (26/10/2014).

Mengenai keputusannya yang meng-Plt kan PK Langkaplancar, lanjut Kusnadi, hal itu berupa mengaktifkan kepengurusan PK yang sempat dinilainya macet, karena Ketua PK tidak pernah hadir dalam setiap kegiatan.

“Saya tegaskan, tidak ada penggantian Ketua PK Langkaplancar. Kalau Ketua nya aktif kembali silahkan teruskan. Dan memang benar Plt DPD Golkar tidak ada kewenangan mengganti Ketua PK,” tegasnya.

Justru mengaktifkan kepengurusan kecamatan, kata Kusnadi, merupakan tugas utama dirinya sebagai Ketua Plt DPD Golkar Pangandaran. “Saya hanya menghimbau kepada Ketua PK untuk aktif kembali. Dan itu sifatnya sebagai bentuk konsolidasi,” ujarnya.

Pihaknya kini, masih menunggu intruksi dari DPD Provinsi dan DPP untuk mengdefinitifkan kepengurusan DPD Golkar Kab. Pangandaran. Dan hal ini tidak hanya terjadi di tubuh partai berlambang beringin saja.

“Saya justru sedang kerja nyata, seperti membantu kader yang ikut dalam pemilihan Kepala Desa di Cimerka, malah Ketua PK juga terlibat. Harusnya masalah seperti ini jangan dibesarkan, cukup diluruskan saja. Kalau saya melakukan kesalahan baru lakukan mosi tidak percaya,” jelasnya.

Kesalahan yang dimaksud, lanjut Kusnadi, seperti mangkir dari tugas-tugasnya sebagai Plt. “Ini hanya kesalah fahaman saja, cukup berembug bermusyawarah. Mengenai Musda yang belum terwujud karena memang terganjal masalah biaya,” ucapnya. (Madlani/R1/HR-Online)

 

 

Berita Terkait:

Plt Golkar Pangandaran Dimosi Tidak Percaya 6 Pimpinan Kecamatan