Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita BanjarDinsosnaker Banjar Janji Berdayakan Penyandang Disabilitas

Dinsosnaker Banjar Janji Berdayakan Penyandang Disabilitas

Kepala Dinsosnaker Kota Banjar, Drs. Tatang Iskandar, M.Si., saat memberikan pembinaan kepada 20 orang penyandang disabilitas eks penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tahun 2013.

Foto: Nanang Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar, berjanji akan terus berupaya mendorong pemberdayaan bagi penyandang cacat, agar bisa bekerja dan berkarya, sehingga mereka mampu menghidupi keluarganya secara mandiri.

Kepala Dinsosnaker Kota Banjar, Drs. Tatang Iskandar, M.Si., mengatakan, berbagai program pemberdayaan untuk orang yang mengalami disabilitas atau penyandang cacat, terus dilakukan.

“Seperti sekarang, kami juga melakukan pembinaan keterampilan terhadap penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif atau UEP tahun 2013 lalu,” kata Tatang, kepada HR, saat ditemui dalam kegiatan pendayagunaan penyandang cacat dan eks trauma tahun 2014, di Aula Dinsosnaker, Kamis (16/10/2014).

Menurut dia, pembinaan tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap program yang telah digulirkan bagi penyandang disabilitas. Pihaknya berharap, bantuan UEP dapat digunakan sebaik mungkin agar usaha mereka bisa berkembang.

Kepala Bidang Sosial Dinsosnaker Kota Banjar, Hani Supartini, A.Ks., menambahkan, pada tahun 2013, jumlah penyandang disabilitas peneriman bantuan UEP dari APBD Provinsi sebanyak 20 orang. Masing-masing menerima bantuan senilai Rp.3.150.000.

Hani mengatakan, program tersebut akan terus berlanjut, terlebih jumlah penyandang disabilitas ringan, sedang dan berat di Kota Banjar belum semuanya menerima bantuan serupa.

Pembinaan dan bantuan UEP diberikan kepada penyandang disabilitas yang kondisi fisiknya dinilai masih bisa bekerja dan berkarya. Mereka diberikan keterampilan kerja seperti menjahit, usaha warungan, usaha pembuatan bata merah dan ternak.

“Melalui pembinaan dan pemberian bantuan UEP, para penyandang cacat sekarang bisa membuka usaha mandiri. Melalui usaha tersebut, mereka punya penghasilan guna menghidupi keluarganya,” katanya.

Hani menyebutkan, dari 20 orang penyandang disabilitas penerima bantuan UEP tahun 2013, hanya 2 orang yang pengembangan usahanya kurang berjalan. “Makanya kita terus bina dan evaluasi,” tukasnya.

Ketika mereka sudah mandiri, maka pembinaan dan pemberian bantuan dilanjutkan kepada penyandang disabilitas lainnya, sehingga program tersebut akan terus berlanjut. (Nanang S/Koran-HR)