Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita PangandaranDisdikbudpora Pangandaran Mantapkan Implementasi Kurtilas

Disdikbudpora Pangandaran Mantapkan Implementasi Kurtilas

Kegiatan Diklat Kurikulum 2013 di titik Kecamatan Padaherang-Mangunjaya. Photo : Madlani/ HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabuapten Pangandaran menggelar pendidikan dan pelatihan untuk pemantapan implementasi kurikulum 2013 (Kurtilas) tingkat kabupaten, Senin (29/9/2014).

Pendidikan dan pelatihan kali ini dilaksanakan di lima titik se Kabupaten Pangandaran. Diantaranya titik Kecamatan Padaherang-Mangunjaya, titik Pangandaran-Kalipucang, titik Sidamulih-Parigi, titik Langkaplancar-Cigugur, dan titik Cijulang-Cimerak. Masing-masing titik menyelenggarakan Diklat selama tiga hari (Senin sampai Rabu).

Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Padaherang, Agus Amsar, Senin (29/9/2014), mengatakan, kegiatan itu ditujukan untuk memantapkan guru dalam penerapan Kurtilas. Para guru semaksimal mungkin terus belajar dan menambah pengetahuan serta wawasan tentang Kurtilas.

“Kepedulian guru terhadap siswa harus terealisasi melalui penilaian yang otentik, dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Agus.

Kasie Dikdas Disdikbudpora Pangandaran, Aceng Hasyim, mengatakan, hampir semua guru sudah menerima dan mendapatkan pendidikan dan pelatihan Kurtilas. Kegiatan itu sengaja digelar untuk mempertajam penerapan konsep pembelajaran dan penilaian.

“Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran terintegrasi pada sebuah tema pembelajaran (tematik). Penilaian dideskripsikan indikatornya sesuai kompetensi dan konsep pemahaman,” jelas Aceng.

Lebih lanjut Aceng mengungkapkan, guru memberikan pekerjaan rumah (PR) sekaligus memeriksanya. Jadi, kepedulian terhadap siswa harus benar-benar menyentuh. Kata kuncinya guru harus lebih mengeksplor, agar siswa gampang mengerti.

Kepala SD di Padaherang, Popo Mustopa, mengatakan, Kurtilas ini memotivasi guru dan Kepala Sekolah untuk selalu aktif menyampaikan konsep-konsep pengajaran secara tematik, sehingga siswa mampu berinteraksi sesuai mata pelajarannya. (Mad/Koran-HR)