Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita CiamisIni Alasan Pemkab Pangandaran Bersikukuh Klaim Ronggeng Gunung

Ini Alasan Pemkab Pangandaran Bersikukuh Klaim Ronggeng Gunung

Seni tari Ronggeng Gunung yang dibawakan oleh seniman asal Kabupaten Pangandaran yang sering dipentaskan saat musim liburan wisatawan. Foto: Ist/Net

Seni tari Ronggeng Gunung yang dibawakan oleh seniman asal Kabupaten Pangandaran yang sering dipentaskan saat musim liburan wisatawan. Foto: Ist/Net
Seni tari Ronggeng Gunung yang dibawakan oleh seniman asal Kabupaten Pangandaran yang sering dipentaskan saat musim liburan wisatawan. Foto: Ist/Net

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Disdikpora), Kabupaten Pangandaran, DR. Erik Krisna Yuda, mengatakan, dari uraian sejarah Ronggeng Gunung, diketahui seni tari ini berasal dari cerita rakyat Kerajaan Pananjung yang berdiri di daerah Pangandaran.

Menurut Erik, tokoh yang memperkenalkan seni tari Ronggeng Gunung ini adalah Dewi Rengganis bersama Bajo Kala. Dan kedua tokoh itu adalah petinggi Kerajaan Pananjung.

Setelah memastikan bahwa Ronggeng Gunung merupakan seni budaya asli Pangandaran, lanjut Erik, pihaknya kemudian mengajukan ke Pemprov Jabar pada tahun 2013 lalu untuk meminta Ronggeng Gunung ditetapkan sebagai seni tradisional asli Kabupaten Pangandaran.

Erik pun mengakui bahwa seni tari Ronggeng Gunung dipopulerkan oleh maestro Nyi Raspi, yang kini berdomisili di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. “Kalau ada daerah lain yang mau mengembangkan seni tari Ronggeng Gunung silahkan saja, toh mereka pada tahu sejarahnya Ronggeng Gunung itu berasal dari Kerajaan Pananjung Pangandaran,” tegasnya.

Erik juga mengatakan, pihaknya saat ini tegah fokus mengembangkan dan melestarikan seni tari Ronggeng Gunung dengan cara memperkenalkan sejak dini kepada genarasi muda di Pangandaran. Pengenalan seni tari itu akan dimasukan ke dalam kurikulum muatan lokal dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat SMA/SMK.

“Apa jadinya kalo tradisi ini tidak dikembangkan oleh orang Pangandaran sendiri. Jika tidak dikembangkan, bisa jadi seni tari Ronggeng Gunung ini malah lebih maju di daerah lain, ketimbang di Pangandaran sendiri,” ujarnya.

Erik menegaskan, pihaknya tidak mau memusingkan persoalan saling klaim antara dua daerah terhadap Ronggong Gunung. Pihaknya, lanjut dia, lebih baik fokus pada pelestarian pengembangan seni tradisional Ronggeng Gunung di masyarakat Pangandaran.

“Masalah saling klaim, solusinya sederhana saja, tinggal buka lembaran sejarah kemudian telaah dari mana awal munculnya seni tari Ronggeng Gunung ini. Yang pasti, kita tidak akan meributkan, karena toh akhirnya pelaku Ronggeng Gunung akan mengatakan kalau seni tradisional ini berasal dari Kerajaan Pananjung Pangandaran,” tandasnya. (Mad/Koran-HR)

Berita Terkait

Ciamis versus Pangandaran: Berebut Klaim Ronggeng Gunung

Pangandaran Klaim Ronggeng Gunung Sebagai Seni Budaya Asli Daerahnya

Ciamis Enggan Melepas Ronggeng Gunung, Ini Alasannya