Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariIni Modus Maling Saat Embat Motor Siswa SMK Al Manar Ciamis

Ini Modus Maling Saat Embat Motor Siswa SMK Al Manar Ciamis

Sejumlah orang tengah berkumpul di areal parkir SMK Al Manar, di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, usai seorang siswa kehilangan motornya, Rabu (15/10/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hilangnya motor Honda Beat milik siswa kelas satu SMK Al Manar, di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (15/10/2014) siang, pertama kali diketahui oleh Ai, pemilik kantin sekolah. Awalnya, Ai mengaku curiga kepada orang yang duduk di kantinnya saat itu. 

“Saat berada di warung, orang itu terlihat mencurigakan. Diapun melakukan kontak dengan seseorang melalui handphone,” katanya, usai kejadian. [Berita terkait baca: Diparkir di Sekolah, Motor Siswa SMK Al Manar Ciamis Diembat Maling]

Ai menjelaskan, dari pembicaraan yang dia dengar, orang itu berpura-pura bertanya kepada seseorang mengenai lokasi disimpannya motor tersebut. Rupanya cara itu merupakan modus baru untuk mengelabui orang yang melihat si maling tengah beraksi.

Neng ieu aa di sakola. Ari motorna palih mana. Oh muhun, ku aa dicandak, diantosan dipayun nya,” ucap Ai menirukan perkataan orang yang dia curigai.

Menurut Ai, ciri-ciri orang yang membawa motor milik Angri, diantaranya menggunakan sweater berwarna biru dan rambut berwarna merah.

Kepada HR, Ai mengaku sempat meneriaki orang itu maling. Orang itu kemudian dikejar sejumlah siswa, tapi tidak berhasil ditangkap.

Paska kejadian itu, kata Ai, sebuah motor matic yang berada di areal pakir juga ditemukan mengalami kerusakan di bagian kunci kontak.

“Kondisnya rusak, seperti dirusak menggunakan kunci T,” pungkasnya.

Menindaklanjuti hilangnya motor Honda Beat (Matic) di lingkungan sekolah, kini pihak sekolah berencana memperketat penjagaan dan pengawasan kendaraan milik para siswa.

Kepala SMA Al Manar, Lusi, Rabu (15/10/2014), membenarkan rencana pengetatan pengawasan dan penjagaan ktersebut. Hal itu sebagai tindaklanjut atas peristiwa yang baru pertama kali terjadi di sekolah itu. (ntang/R4/HR-Online)