Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita BanjarIrigasi di Langensari Banjar Dibangun, Petani tak Lagi Kesulitan Air

Irigasi di Langensari Banjar Dibangun, Petani tak Lagi Kesulitan Air

Salah satu lokasi pembangunan normalisasi irigasi BSA-5 Kiri T-1 di Dusun Kedungwaringin, RT.03, RW.05, Desa Waringinsari, Kec. Langensari, Kota Banjar, yang telah selesai pengerjaannya. Photo: Nanang Supendi/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah petani di wilayah Kec. Langensari, Kota Banjar, mengaku terbantu dengan telah selesainya pembangunan normalisasi irigasi di wilayah mereka. Sebab, normalisasi irigasi yang dilakukan oleh Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar itu dapat menjaga ketersediaan dan pengaturan air bagi petani.

Atmo (58), salah seorang petani di Desa Waringinsari, Selasa (30/09/2014), mengatakan, dengan adanya pembangunan normalisasi irigasi BSA-5 Kiri-T1 di Dusun Kedungwaringin, RT.03, RW.05, Desa Waringinsari, para petani tidak lagi kesulitan mendapatkan air secara teratur, yang selama ini dikeluhkan oleh mereka.

“Sebelum ada perbaikan jaringan irigasi, air yang mengalir pada saluran yang ada di wilayah kami tidak teratur, dengan kata lain laju airnya terlalu cepat. Selain itu, jika musim hujan, sawah kami terendam air, dan saat kemarau kesulitan untuk mendapatkan air,” tuturnya.

Kini, kata Atmo, para petani mengaku bersyukur, sebab mereka bisa dengan mudah mendapatkan air untuk kebutuhan pertaniannya. Misalnya saat masa tandur kemarin, air mengalir secara teratur.

“Mudah-mudahan hasil panen kami akan selalu berlimpah dengan hasil yang memuaskan, Yang jelas, selesainya proyek normalisasi irigasi ini sangat dirasakan manfaatannya oleh para petani, terlebih mata pencaharian warga di sini rata-rata petani,” kata Atmo.

Penapat serupa juga diungkapkan anggota BPD Waringinsari, Agus Ch. Pihaknya mengaku bersyukur dengan adanya perbaikan irigasi dan saluran di desanya yang dibangun di lima titik.

Menurut dia, normalisasi irigasi sangat dibutuhkan karena sarana tersebut merupakan pendukung yang paling vital bagi kegiatan pertanian. Dengan rehabilitas saluran dan perbaikan irigasi, maka otomatis hasil pertanian para petani bisa meningkat.

“Selain itu, saya lihat hasil pekerjaan proyeknya pun cukup bagus. Sampai saat ini belum ada laporan atau keluhan dari masyarakat,” kata Agus. (Nanks/Koran-HR)