Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariKisah Masa Lalu Eks Bangunan Station KA Banjarsari Ciamis Terkuak

Kisah Masa Lalu Eks Bangunan Station KA Banjarsari Ciamis Terkuak

Bangunan eks Station Banjarsari Ciamis, yang kini terbelangkai akibat kereta api jurusan Banjar- Pangandaran dihentikan pada tahun 80-an. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Bangunan eks Station Banjarsari Ciamis, yang kini terbelangkai akibat kereta api jurusan Banjar- Pangandaran dihentikan pada tahun 80-an. Foto: Entang Saeful Rachman/HR
Bangunan eks Station Banjarsari Ciamis, yang kini terbelangkai akibat kereta api jurusan Banjar- Pangandaran dihentikan pada tahun 80-an. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Bangunan station kereta api peninggalan masa penjajahan Belanda, yang dibuat dengan darah dan nyawa rakyat Indonesia, di Dusun Neglasari, RT 3 RW 2, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini kondisinya memprihatinkan.

Warga meyakini, bangunan station peninggalan jaman Belanda tersebut menyimpan sejuta kisah masa lalu perjuangan dan kehidupan masyarakat sebelum masa kemerdekaan.

Udin, warga Banjarsari, Senin (27/10/2014), mengungkapkan, semenjak jalur lintas Kereta Api Banjar-Pangandaran berhenti sekitar pada tahun 1985, sejak itu pula keberadaan Station Kereta Api di Banjarsari itu mulai terbengkalai.

Menurut Udin, pada masa jayanya dulu, atau  saat jalur kereta Banjar-Pangandaran masih beroperasi, keberadaan station kereta api di Banjarsari ini tidak pernah sepi pengunjung. Hampir setiap hari, warga dari berbagai daerah, melakukan aktifitas di kawasan station, seperti berdagang ataupun penyedia jasa.

“Namun semua itu hanyalah jadi sebuah kisah masa lalu. Dan entah kapan lagi aktifitas station seperti itu akan kembali terjadi,” katanya.

Senada dengan itu, Anah, warga Banjarsari, mengisahkan bahwa dirinya pernah merasakan masa-masa beroperasinya Kereta Api jurusan Banjar-Pangandaran. “Dulu setiap hari saya berjualan di kereta. Penghasilan saat itu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi semenjak Kereta Api Banjar-Pangandaran berhenti, mata pencaharian saya juga berhenti,” katanya. (ntang/R4/HR-Online)