Lesung Buatan Tahun 1910 Dipertontonkan di Pangandaran

Inilah Lesung peninggalan masa penjajahan Belanda, dipertontonkan pada acara Pagelaran Seni dan Budaya, yang diselenggarakan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Senin (20/10/2014). Foto: Entang Saeful Rachman

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sebuah Lesung (alat penumbuk padi) peninggalan masa penjajahan Belanda, dipertontonkan pada acara Pagelaran Seni dan Budaya, yang diselenggarakan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (20/10/2014).  

Ano Kusyono, Penilik Seni dan Budaya dari UPTD Pendidikan Kecamatan Padaherang, Senin (20/10/2014), mengatakan, lesung tersebut merupakan benda kuno milik dari generasi ketiga keturunan Uyut Rajak, warga Dusun Pasar, Ciganjeng, Padaherang. Lesung itu dibuat tahun 1910, dari jenis kayu kendal atau kayu leuweung.

Menurut Ano, Lesung tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter. Dulunya, selalu dipergunakan untuk menumbuk padi oleh masyarakat, secara bergiliran, setiap kali menghadapi musim panen tiba.

“Pada jaman penjajahan Belanda, Lesung ini selalu dibawa kemanapun masyarakat pergi  mengungsi. Karena lesung ini multiguna, bahkan untuk mempertahankan lesung tersebut nyawa masyarakat menjadi tarohannya,” kata Ano.

Sementara ini, kondisi lesung Peningalan Jaman Belanda milik keturunan Haji Rajak tersebut masih tersimpan, meski sudah mengalami pengeroposan. Karena memiliki nilai historis, lesung itu tetap dijaga dan dirawat. (ntang/Koran-HR)