Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariPasar Jorelat Peninggalan Belanda di Ciamis Ini Masih Beroperasi

Pasar Jorelat Peninggalan Belanda di Ciamis Ini Masih Beroperasi

Salah satu aktifitas pedagang di Pasar Jorelat, Ciulu, Banjarsari. Photo: Entang SR/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pasar Jorelat merupakan salah satu pasar yang ada di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Pasar tradisional ini merupakan pasar warisan jaman penjajahan Belanda yang dibangun sebelum masa kemerdekaan. Pasar ini memiliki luas kurang lebih 300  meter persegi.

Kepala Desa Ciulu, Ramli, belum lama ini, mengatakan, pasar itu milik perseorangan dan sampai saai ini pasar yang dibangun pada jaman Belanda itu belum pernah mengalami perbaikan.

Pada masa kejayaan Pasar Jorelat, sekitar tahun 1950 sampai 1980, merupakan salah satu pasar yang favorit bagi masyarakat Desa Ciulu dan sekitarnya. Terutama warga yang berasal dari daerah pegunungan. Namun seiring waktu berjalan, Pasar Jorelat ini hanya mampu bertahan hingga tahun 1982.

Samsiah, pedagang di Pasar Jorelat, mengaku, sejak kecil dibawa oleh orang tuanya berjualan di Pasar Jorelat Ciulu. Dia meneruskan usaha keluarga, menjadi pedagang di Pasar Jorelat. Dia mengaku sudah 47 tahun lebih berjualan di pasar itu.

Hotimah, Pedagang asal Desa Karangmulya, Padaherang, juga mengaku, sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Jorelat Ciulu. Hotimah tidak setiap hari berjulana, melainkan hanya pada hari pasar saja, Selasa dan Sabtu.

Sesepuh Desa Ciulu, Sunaryo, mengatakan, Pasar Jorelat dibangun pada jaman penjajahan belanda, tepatnya tahun 1943 atau dua tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Bangunan Pasar Jorelat, kata Sunaryo, sejak dibangun sampai sekarang masih utuh. Belum ada yang diganti, termasuk ornamen kayu-kayunya masih asli peninggalan jaman penjajahan Belanda.

Sunaryo menyebutkan, Pasar Jorelat Ciulu merupakan pasar tua yang ada di Banjarsari. Pasar ini masih berjalan hingga sekarang. Namun keberadaan pasar tradisional yang asli produk Belanda ini nyaris punah. Sejauh ini tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. (ntang/Koran-HR)