Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariPermintaan Kroto Tinggi, Warga Pamarican Ciamis Budidayakan Semut Merah

Permintaan Kroto Tinggi, Warga Pamarican Ciamis Budidayakan Semut Merah

Warga Dusun Sukamulya RT 20/RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat mengembangkan budaya semut merah di pekarangan rumahnya. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tingginya permintaan kroto atau telur semut merah menjadi peluang tersendiri bagi Dede Dayat, warga Dusun Sukamulya RT 20/RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Ketika ditemui HR, Rabu (15/10/2014), Dede Dayat, mengatakan, sudah hampir lima bulan ini dia menggeluti budidaya semut merah. Dia melakukannya di atas kolam miliknya.
Dede Dayat menjelaskan, untuk membudidayakan semut merah tidaklah sulit. Menurut dia, tinggal mencari sebuah sarang semut merah dari alam kemudian disimpan di atas kolam agar semut merah itu tidak kabur. Pakannya pun tidak sulit, apa saja termasuk bekas makanan bisa dijadikan pakan.

Pada kesempatan itu, Dede Dayat mengaku, hampir setiap minggu bisa mendapat uang dari hasil budidaya semut merah tersebut. Dia menambahkan, dalam sebulan bisa empat kali panen.
“Hasilnya sangat membantu untuk kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya.

Sementara itu pembudiaya lainnya, Yayan, warga Dusun Sukamulya, RT 20 RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, mengungkapkan, saat ini harga kroto atau telur semut merah di pasaran mencapai Rp. 200 ribu perkilogram.

“Jualnya tidak sulit, karena banyak yang membutuhkan,” pungkasnya. (Ntang/R4/HR-Online)