Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita PangandaranPj. Bupati Pangandaran Mengaku Tidak Dapat Undangan Pagelaran Napak Tilas

Pj. Bupati Pangandaran Mengaku Tidak Dapat Undangan Pagelaran Napak Tilas

Ribuan massa memadati acara Pagelaran Seni yang bertajuk ‘Napak Tilas’ yang digelar di Lapang Sepakbola Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (11/10/2014) malam. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Penjabat Bupati Pangandaran Enjang Naffandy, mengaku dirinya tidak mengetahui adanya acara Pagelaran Seni dan Budaya yang bertajuk ‘Napak Tilas’ yang digelar di Lapang Sepakbola Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (11/10/2014) malam.

Meski acara itu berlangsung di depan kantornya, lanjut Endjang, namun dirinya sama sekali tidak mendapat undangan atau tembusan dari bawahannya terkait acara tersebut. [Baca berita terkait: DKP Kecewa Pj. Bupati Pangandaran Tidak Hadir di Pagelaran Napak Tilas]

“Nanti akan saya tanya ke bawahan dan kepala desa kenapa tidak memberitahukan adanya acara tersebut. Mestinya, setiap ada undangan, harus dilaporkan kepada saya sebagai puncuk pimpinan di birokrasi Pemkab Pangandaran,” ungkapnya, kepada HR, Minggu (12/10/2014).

Endjang pun menyayangkan keteledoran bawahannya yang tidak menyampaikan undangan tersebut. “ Padahal, acara itu sebuah event besar yang perlu didukung oleh pemerintah. Pangandaran sebagai kabupaten parawisata perlu mengembangkan event seni dan budaya untuk mendongkrak angka kunjungan wisata. Kalau begini, sebuah kerugian acara itu tidak dihadiri dan disupport oleh kepada daerahnya,” katanya.

Dari pantauan HR saat acara tersebut digelar, MC acara sudah mengumumkan di panggung bahwa acara seni dan budaya yang bertajuk Napak Tilas itu akan dibuka oleh Penjabat Bupati Pangandaran. Namun, hingga waktu yang ditentukan, Penjabat Bupati tidak menghadiri acara tersebut.

Dihubungi terpisah, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, pun mengaku tidak mendapat undangan ataupun pemberitahuan dari bawahannya terkait adanya acara pagelaran seni dan budaya tersebut. Menurutnya, meski panggung megah itu berada di depan kantornya, namun dirinya tidak mendapat informasi akan berlangsung pagelaran seni dan budaya.

“Terus terang, saya tidak tahu. Kalau ada undangan atau pemberitahuan, pasti saya hadir. Apalagi acara itu berkaitan dengan seni dan budaya, “ ujarnya, saat dihubungi HR, di sela-sela rapat koordinasi Jumbara PMI, di salah satu hotel di Pangandaran, Minggu (12/10/2014).

Sementara itu, menurut Budayawan Pangandaran, Didin Jantreng, sebelum acara pagelaran seni itu berlangsung, sempat tidak mendapat ijin dari Pemerintahan Desa Parigi sebagai pihak pengelola lapangan tersebut.

Namun, lanjut Didin, setelah dilakukan negoisasi antara pihak penyelenggara dengan Kepala Desa Parigi, akhirnya ijin pun keluar. “ Saat itu kepala desa melakukan konsultasi dengan Kabag Umum Setda Pangandaran. Setelah melakukan konsultasi, akhirnya kepala desa berubah pikiran dan mengijinkan acara ini digelar,” terangnya, kepada HR, Minggu (12/10/2014).

Namun, ungkap Didin, saat acara seni dan budaya itu berlangsung, tidak tampak satupun pejabat teras Pemkab Pangandaran yang hadir pada acara tersebut. “ Sebelum acara ini digelar, sudah ada koordinasi dengan Kepala Desa dan Kabag Umum. Tetapi, tidak ada satupun pejabat yang hadir. Padahal, sesuai rencana acara ini akan dibuka oleh Penjabat Bupati,” ujarnya. (Ntang/R2/HR-Online)