Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita CiamisPMI Ciamis 'Nyetok' Darah Dari Luar Daerah

PMI Ciamis ‘Nyetok’ Darah Dari Luar Daerah

 Palang Merah Indonesia

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Gara-gara kekurangan stok darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,terpaksa mendatangkan stok darah dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan (bulanan) darah di Kabupaten Ciamis. Upaya itu dilakukan karena tingginya kebutuhan darah di Ciamis.

Selain itu, PMI Ciamis juga terus berupaya melakukan jemput bola ke setiap Puskesmas se Kabupaten Ciamis, untuk menggelar kegiatan donor darah. Hal itu tidak lain dilakukan untuk mengatasi ketersediaan stok darah.

Ketua PMI Ciamis, H. Iing Syam Arifin, Senin,(13/10/2014), mengakui kurangnya persediaan darah di Kabupaten Ciamis. Menurut Iing, hal itu didasari laporan dari petugas PMI Ciamis.

“Kekurangan stok darah untuk Ciamis ini disebabkan karena kebutuhan akan darah terus meningkat. Permintaan paling banyak dari RSUD Ciamis, termasuk permintaan rutin 165 labu darah untuk penderita thalsemia. Permintaan itu seringkali tidak dipenuhi karena minimnya stok darah,” ungkapnya.

Iing melanjutkan, saat ini kebutuhan darah di Kabupaten Ciamis tiap bulannya mencapai 380 sampai 600 labu. Sementara jumlah pendonor sangat kurang. Untuk itu, solusinya PMI harus sering melaksanakan kegiatan donor darah di setiap kecamatan.

Namun kata Iing, dengan adanya klinik Kesehatan Pratama di Sekretariat PMI Ciamis, di Jalan tentara pelajar Ciamis, masyarakat Ciamis yang ingin mendonorkan darahnya bisa datang langsung ke klinik tersebut.

“Kita sekarang sudah memiliki klinik kesehatan khusus bagi masyarakat Ciamis yang ingin melakukan donor darah,” katanya.

Iing mengaku, pihaknya ingin segera memiliki kendaraan khusus operasional PMI, sepertihalnya dimiliki PMI Kota Banjar. Menurut dia, kendaraan tersebut bisa menopang kegiatan donor darah yang diprogramkan PMI.

Sementara itu, Bagian Tata Usaha RSUD Ciamis, Anton, mengatakan, pihaknya membutuhkan banyak persediaan darah. Selama ini, RSUD selalu kekurangan darah, akibatnya ketika ada pasien yang membutuhkan, manajemen jadi kelimpungan.

Namun, kata Anton, kekurangan stok darah seringkali terjadi, terutama bagi pasien penderita thalasemia. Sebab, kebutuhan darah tidak bisa diprediksi, kadang tiap bulan bisa lebih dari 150 labu darah.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut jelas harus ada upaya selain mencari di PMI Ciamis, kami juga mencari dari PMI kota lain dan mencari dari komunitas-komunitas yang selalu mengadakan acara donor darah,” tandasnya.

Ketua Komunitas Doervoer, Unya, membenarkan tingginya kebutuhan persediaan darah di Kabupaten Ciamis. Untuk menutupi kebutuhan itu, komunitas Doervoer pun seringkali menggelar kegiatan donor darah.

“Kegiatan donor darah yang dilakukan komunitas Doervoer  tidak lain untuk membantu PMI Ciamis dan juga pasien thalasemia yang ada di RSUD Ciamis. Sasaran pendonor selain dari anggota doervoer sendiri, juga mengambil dari kalangan pelajar kelas 3 SMA/SMK,” ungkapnya. (es/Koran-HR)