Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisPolemik Ronggeng Gunung, Pemkab Ciamis: Menyikapinya Jangan Berlebihan

Polemik Ronggeng Gunung, Pemkab Ciamis: Menyikapinya Jangan Berlebihan

Foto: Ilustrasi Seni Tari Ronggeng Gunung

Seni Tari Ronggeng Gunung. Foto: Ist/Net
Seni Tari Ronggeng Gunung. Foto: Ist/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, Toto Marwoto, mengatakan, untuk mengakhiri saling klaim terkait seni tari Ronggeng Gunung, baiknya kedua puncuk pimpinan daerah, yakni Bupati Ciamis dan Penjabat Bupati Pangandaran bertemu dan membicarakan terkait permasalahan ini.

“Kalau terus berpolemik di media, malah saya khawatir memperburuk hubungan antar kedua pemerintahan daerah,” ujarnya, saat dihubungi HR, di Ciamis, Selasa (21/10/2014).

Menurut Toto, untuk membuktikan bahwa Ronggeng Gunung apakah milik Ciamis atau Pangandaran, baiknya diserahkan kepada ahli sejarah untuk meneliti lebih dalam mengenai asal usul seni budaya tersebut. “ Kedua pemerintah daerah harus bersepakat dan menyerahkan sepenuhnya kepada ahli sejarah. Mungkin itu solusi terbaik,” ujarnya.

Toto mengatakan, Kabupaten Ciamis, sebagai kabupaten induk, selama ini selalu kooperatif dan memberikan yang terbaik kepada Pemkab Pangandaran, mulai saat persiapan pemerintahan di Pangandaran, pembinaan pegawai hingga mengurus pemisahan aset untuk Kabupaten Pangandaran.

“Nah, cara-cara yang harus dilakukan untuk menyelesaikan saling klaim terkait Ronggeng Gunung ini pun harus diselesaikan secara kekeluargaan, duduk bersama dan sama-sama berpikir jernih. Kalau terus berpolemik di media, sampai kapanpun tidak akan selesai,” ungkapnya.

Toto menegaskan, meski Kabupaten Pangandaran sudah lepas dari Ciamis, namun secara ikatan emosional kedua daerah ini tidak mungkin berpisah. Ibaratnya, lanjut dia, Ciamis, Pangandaran maupun Banjar, adalah sebuah kesatuan emosional yang sudah diikat oleh sebuah sejarah, meski saat ini sudah terpisah secara administratif.

“Artinya, Ciamis dan Pangandaran ini ibarat Adik dan Kakak. Nah, kalau ada perbedaan, baiknya diselesaikan secara musyawarah dan tidak perlu menyikapinya secara berlebihan,” ungkapnya. (Bgj/Koran-HR)

Berita Terkait:

Ciamis versus Pangandaran: “Rebutan” Ronggeng Gunung Makin Memanas

Soal Ronggeng Gunung, Pangandaran akan Koordinasi ke Pemprov Jabar

Pemkab Pangandaran Bersikukuh Ambil Hak Paten Ronggeng Gunung