Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita CiamisPSGC Ciamis Menolak Babak 8 Besar Divisi Utama Dihentikan

PSGC Ciamis Menolak Babak 8 Besar Divisi Utama Dihentikan

Manajer PSGC Ciamis, H. Herdiat

Manajer PSGC Ciamis, H. Herdiat. Foto: Eli Suherli/HR
Manajer PSGC Ciamis, H. Herdiat. Foto: Eli Suherli/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menyusul tewasnya suporter PSCS Cilacap yang diserang oleh oknum suporter PSS Sleman, belum lama ini, tampaknya mengancam terhentinya kompetisi.  Atas kejadian itu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah meminta PT Liga Indonesia untuk menghentikan sementara waktu kompetisi Divisi Utama yang sudah memasuki babak 8 besar.  

Adanya pemberitaan mengenai akan dihentikannya kompetisi babak 8 Besar Divisi Utama, manajemen PSGC Ciamis yang merupakan salah satu kontestan babak 8 besar secara terang-terangan tidak setuju dengan usulan Komdis PSSI tersebut.

Menurut Manajer PSGC Ciamis, H. Herdiat, klub seperti PSGC Ciamis dan klub lainnya tentu akan rugi apabila kompetisi harus dihentikan, jika hanya karena ulah suporter salah satu tim.

“Sangat disayangkan kalau kompetisi dihentikan, karena semua klub sudah konsentrasi penuh terhadap kompetisi. Jangankan dihentikan, diundur beberapa pekan saja sudah mengganggu konsentrasi tim. Dan itu akan dirasakan oleh seluruh klub, bukan PSGC saja,” katanya, kepada HR, di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (16/10/2014).

Selain mengganggu konsenterasi tim, lanjut Herdiat, dengan adanya penghentian kompetisi pun akan merugikan klub secara financial. “ Karena pembiayaan tim semakin membengkak dengan adanya pengunduran jadwal kompetisi. Kasihan tim-tim yang betul-betul siap,” ujarnya.

Menurut Herdiat, usulan Komdis PSSI yang disampaikan ke PT Liga Indonesia tersebut, harus dimusyawarahkan dengan seluruh klub yang mengikuti babak 8 besar. “Kalau mayoritas klub menolak kompetisi dihentikan, tentunya Komdis jangan memaksa,” tegasnya.

Herdiat mengatakan, langkah yang dilakukan Komdis, tidak mesti meminta menghentikan kompetisi, tetapi cukup memberikan hukuman kepada suporter tim yang telah membuat insiden memalukan tersebut.

“Cukup suporter tim bersangkutan diberi sanksi. Kalau menghentikan kompetisi, sama dengan Komdis menghukum seluruh klub peserta 8 besar,”katanya. (es/R2/HR-Online)