Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita PangandaranSoal Ronggeng Gunung, Pangandaran akan Koordinasi ke Pemprov Jabar

Soal Ronggeng Gunung, Pangandaran akan Koordinasi ke Pemprov Jabar

Foto: Ilustrasi Ronggeng Gunung

Seni Tari Ronggeng Gunung yang dipopulerkan oleh Nyi Raspi, seniman asal Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Foto: Ist/Net
Seni Tari Ronggeng Gunung yang dipopulerkan oleh Nyi Raspi, seniman asal Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Foto: Ist/Net

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy, mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jabar agar mengkaji kembali terkait asal muasal Seni Budaya Ronggeng Gunung.

Endjang menambahkan, ketika wilayah Pangandaran belum menjadi daerah otonom, memang tidak salah apabila Ronggeng Gunung disebut sebagai seni budaya Kabupaten Ciamis. Tetapi, ketika Pangandaran sudah berpisah dari Ciamis, otomatis kondisi itu pun berubah.

Menurut Endjang, catatan sejarah mengenai lahirnya Seni Tari Ronggeng Gunung berasal dari cerita Dewi Samboja dari Kerajaan Pananjung yang kala itu berperang dengan Bajo (Bajak Laut). Kalau ditelaah dari sejarah itu, lanjut dia, sangat jelas Ronggeng Gunung berasal dari wilayah Pangandaran.

“Bajo atau bajak laut itu pastinya berada di daerah pantai. Logika sederhananya, apa mungkin bajak laut berada di Kabupaten Ciamis yang daerahnya tidak memiliki kawasan pantai? Kalau di Pangandaran sangat mungkin, karena punya kawasan pantai,” ujarnya.

Fakta lainnya, tambah Endjang, bahwa penyebaran atau berkembangnya seni Ronggeng Gunung merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Sementara di Kabupaten Ciamis, kata dia, Ronggeng Gunung hanya berkembang di satu daerah saja, yakni di Kecamatan Banjarsari.

“Apakah di Panjalu atau di daerah Ciamis lainnya berkembang seni Ronggeng Gunung? Tidak kan!. Nah, fakta-fakta kekinian itu bisa menjadi bukti bahwa Ronggeng Gunung berasal dari Pangandaran,” tegasnya.

Endjang mengatakan, meski Ciamis sudah menyatakan enggan melepas Ronggeng Gunung, pihaknya yang didorong oleh seluruh Budayawan Pangandaran akan segera melakukan klarifikasi ke Pemprov, BPNB, Lembaga HAKI dan UNESCO untuk meminta meninjau ulang terkait asal muasal Ronggeng Gunung.

“Kita akan meminta dilakukan sebuah kajian sejarah yang dilakukan oleh akademisi dan ahli sejarah mengenai asal muasal seni tari Ronggeng Gunung. Apakah asli seni budaya dari Ciamis atau Pangandaran,” ujarnya. (Mad/Ntang/Koran-HR)