Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita CiamisTak Hanya Laga Tanpa Penonton, Penpel PSGC Ciamis Didenda Rp. 25 juta

Tak Hanya Laga Tanpa Penonton, Penpel PSGC Ciamis Didenda Rp. 25 juta

Kericuhan yang berujung bentrok antar suporter saat PSGC menjamu Persis Solo, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014) lalu. Foto: Dokumentasi HR

Jakarta, (harapanrakyat.com),-

Sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tidak hanya larangan bagi suporter Ciamis menyaksikan laga kandang PSGC kontra PSIS Semarang di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (12/10/2014), namun sanksi denda pun dijatuhkan oleh federasi sepakbola Indonesia ini.

Dinilai tidak mampu menggelar laga berjalan lancar dan kondusif, saat PSGC menjamu tamunya Persis Solo, pada lanjutan babak 16 besar Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014) lalu, Panpel PSGC Ciamis mendapat sanksi denda sebesar Rp. 25 juta dari Komdis PSSI.

Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan, mengatakan, PSGC mendapat sanksi larangan menggelar laga kandang tanpa penonton serta denda sebesar Rp 25 juta.

“Hukuman yang diberikan ini lantaran Panpel PSGC tidak bisa menggelar laga timnya saat menjamu Persis Solo secara lancar,” kata Hinca, Kamis (09/10/2014), seperti dikutip media online nasional.

Ketua Panpel PSGC Ciamis, Yasmin Sambas, membenarkan hal itu. Menurutnya, dalam rapat yang digelar di kantor PSSI Senayan Jakarta, Kamis (09/10/2014), Komdis menjatuhkan hukuman untuk suporter PSGC Ciamis dan suporter Persis Solo menyusul insiden bentrok antar suporter di Ciamis, beberapa waktu lalu.

Untuk suporter PSGC, lanjut Yasmin, Komdis memberikan sanksi larangan menyaksikan laga kandang PSGC kontra PSIS Semarang. Sementara untuk suporter Persis Solo, Komdis menjatuhkan larangan menyaksikan laga tandang selama bergulirnya babak 8 besar.

“Lebih detailnya besok, kami akan menggelar jumpa pers untuk memberikan keterangan terkait hal ini kepada media,” ujar Yasmin, yang saat dihubungi HR via telepon seluruhnya, Kamis (09/10/2014) sore, dia tengah berada di kantor PSSI Senayan Jakarta. (Bgj/R2/HR-Online)