Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita CiamisTolak UU Pilkada, Mahasiswa Ontrog Kantor Bupati Ciamis

Tolak UU Pilkada, Mahasiswa Ontrog Kantor Bupati Ciamis

Puluhan Mahasiswa saat menggelar aksi di halaman Setda Ciamis, sambil dikawal ketat pihak kepolisian. Photo : Deni Supendi/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Priangan (KMP) Timur, wilayah Kabupaten Ciamis mendatangi Sekreratiat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis. Mereka menuntut pembatalan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak langsung, Kamis (9/10/2014).

Korlap KMP Timur Wilayah Ciamis, Irfan Paturohman, mengaku, sebagai insan akademis yang menjalankan tri dharma perguruan tinggi, pada kesemapatan ini, mahasiswa menolak penerapan Undang-undang Pilkada yang ditetapkan pada tanggal 25 September 2014.

Menurut Irpan, substansi dari penetapan Undang-Undang Pilkada tersebut adalah menghilangkan hak politik dan peran aktif rakyat dalam berdemokrasi, khususnya dalam pemilihan kepala daerah.

“Ini sikap kami sebagai seorang akademisi yang menghargai nilai-nilai demokrasi dan menghormati hak konstitusional rakyat,” ucapnya.

Irfan menambahkan, KMP Timur sengaja mendatangi Kantor Bupati Ciamis, untuk meminta pernyataan sikap, dan meminta Bupati Ciamis untuk ikut dalam penolakan Undang-undang Pilkada yang sekarang ini sedang disuarakan pihaknya.

Sayangnya, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin sedang tidak ada di tempat. KMP Timur hanya diterima oleh Asisten Daerah (Asda) II, Drs. H. M. Soekiman. Pada kesempatan itu, Soekiman bersama sejumlah pejabat Setda, menyatakan sikap dengan ikut menandatangani spanduk penolakan terhadap penerapan Undang-undang Pilkada.

Dari pantauan harapanrakyat.com, aksi mahasiswa KMP Timur tersebut dikawal ketat oleh pihak kepolisian resor (Polres) Ciamis. (deni/R4/HR-Online)