TPA Cikaso Banjarsari Ciamis Diprotes Warga Desa Tetangga

Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum lama ini dibangun di Dusun Kramat, Desa Cikaso, Banjarsari, mendapat protes dari warga Desa Cigayam. Foto: Andri/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Dusun Mekarjaya dan Dusun Ampuhjati, Desa Cigayam, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menyesalkan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum lama ini dibangun di Dusun Kramat, Desa Cikaso, Banjarsari.

Menurut warga, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dalam hal ini Dinas Ciptakarya, tidak melakukan sosialisasi kepada mereka, terkait pembangunan TPA tersebut. Padahal, selama ini warga menunggu penjelasan dari Dinas Ciptakarya.

Eni Sobarna, tokoh masyarakat Cigayam, Senin (06/10/2014), mengaku sangat menyayangkan pembangunan TPA tersebut. Terlebih selama ini tidak ada upaya dari Pemerintah melakukan sosialisasi kepada warga.

“Jelaskan dulu keuntungan dan kerugiannya. Jangan asal membanggun. Apalagi ini berkaitan dengan masalah persampahan. Semua warga juga tahu, sampah akan mendatangkan masalah, seperti bau dan masalah kesehatan,” katanya.

Menurut Eni, TPA yang dipersoalkan warga itu lokasinya berdekatan dengan pemukiman penduduk. Dusun yang sangat berdekatan, antaralain, Dusun Mekarjaya dan Dusun Ampahjati. Lokasi pemukiman penduduk dan TPA itu hanya dibatasi Sungai Ciputrahaji.

Yanto, warga RT 04 RW 02, Dusun Ampahjati, mengungkapkan, sebenarnya warga tidak ingin menghalang-halangi agenda pembangunan yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Cuma sangat disayangkan, tidak ada sosilisasi terlebih dahulu kepada warga,” katanya.

Diyakini Yanto, keberadaan sampah bisa menimbulkan bibit penyakit pada manusia, baik melalui udara atau melalui binatang. Seharusnya warga diberi pengertian tentang sampah atau diberi tahu tentang proses pengolahan sampah tersebut.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Ciamis, Dodi Suprapto, ST, mengatakan, perencanaan pembangunan TPA di Desa Cigayam sudah berlangsung sejak tahun 2009. Sebelum dilakukan pembangunan, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan permintaan persetujuan dari warga sekitar.

“Saat itu tidak ada warga yang komplen. Mereka setuju dengan pendirian TPA di daerahnya,” ujarnya, pekan lalu. (Andri/Koran-HR)