Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita CiamisWarga Cipaku Ciamis Keluhkan Gundukan Sampah di Pinggir Jalan

Warga Cipaku Ciamis Keluhkan Gundukan Sampah di Pinggir Jalan

Lokasi lahan yang dijadikan area pembuangan sampah oleh warga dari luar daerah. Pemdes setempat terpaksa melakukan pemagaran. Photo : Eji Darsono/ HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga di Blok Babakan Dusun Desakulon, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengeluhkan pembuangan sampah secara sembarangan yang dilakukan di pinggir jalan. Untuk mengantipasi itu, Pemerintah Desa sebenarnya sudah melakukan pemagaran di area tersebut.

Dudung, warga Dusun Desakulon, Senin (6/9/10/2014), mengatakan, akibat banyak orang yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan, gundukan sampah mulai terlihat menggunung.

Bahkan beberapa tahun silam, kata Dudung, warga sempat geger karena menyengat bau bangkai, yang diduga ada mayat. Pada waktu itu, petugas dari Koramil dan Polsek Cipaku sempat terjun langsung ke lokasi. Ternyata bau bangkai berasal dari bangkai ayam yang sengaja dibuang masyarakat dari luar daerah.

Jahid, warga lainnya, mengatakan, pernah memergoki warga yang membuang sampah di lokasi tersebut. Ternyata, pembuang sampah bukan berasal dar daerah sekitar, melainkan warga dari luar daerah. Terkadang sampah dilemparkan dari dalam mobil. Meski tahu persis, dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

Hendra, petugas Binamarga, beberapa waktu lalu, menjelaskan, sewaktu masih ada petugas (andir), kebersihan di bagian jalan seperti ini merupakan tangung jawab Pemerintah Kabupaten. Namun, setelah petugas (andir) dihapus/ dihilangkan, masalah kebersihan pinggiran jalan dilimpahkan ke desa masing-masing yang dilintasi jalan kabupaten.

Kepala Desa Ciakar, Sulaeman Nurdjamal, melalui telepon genggamnya, mengaku sangat menyesalkan aktifitas oembuangan sampah secara sembarangan di lokasi pinggir jalan tersebut.

Sulaeman menerangkan, berdasar dari laporan kepala dusun, gundukan sampah di pinggi jalan itu merupakan sampah yang sengaja dibuang oleh warga dari luar daerah. Untuk mengantisipasinya, pihak sudah melakukan pemagaran. (dji/Koran-HR)