Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita PangandaranWarga Parigi Pangandaran Keluhkan Perbaikan Jalan yang Acak-Acakan

Warga Parigi Pangandaran Keluhkan Perbaikan Jalan yang Acak-Acakan

Antrian kendaraan di sepanjang jalan Ciliang Parigi mengular akibat belum beresnya proyek betonisasi jalan. Foto: Madlani/HR

Antrian kendaraan di sepanjang jalan Ciliang Parigi mengular akibat belum beresnya proyek betonisasi jalan. Foto: Madlani/HR
Antrian kendaraan di sepanjang jalan Ciliang Parigi mengular akibat belum beresnya proyek betonisasi jalan. Foto: Madlani/HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Warga di tiga desa, meliputi Desa Cibenda, Ciliang dan Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, mengeluhkan kondisi jalan sepanjang 9 kilometer yang seharusnya dikerjakan oleh pihak rekanan. 

Pasalnya, proyek betonisasi jalan yang didanai APBN tahun 2014 itu terkesan acak-acakan akibat kurang terencana dan profesional. Padahal, batas akhir pengerjaan jalan sudah mepet, tapi tidak terlihat dikerjakan.

Tuslih (45), warga setempat, Jum’at (17/10/2014), membenarkan hal itu. Dia menilai pihak rekanan lamban dalam mengerjakan perbaikan jalan tersebut.

“Saya melihat saat ini tidak ada aktifitas pekerja di jalan tersebut. Padahal kondisi jalan masih acak-acakan dan dipenuhi oleh debu yang beterbangan,” katanya.

Belum lagi, kata Tuslih, debu tebal yang menempel di rumah-rumah dan pepohonan warga yang posisinya berada di sepanjang jalan tersebut. “Debu itu sangat menggangu. Dikhawatirkan, akan menggangu kesehatan warga dan pengguna jalan,” ungkapnya.

Diakui Tuslih, pihak rekanan memang pernah¬† melakukan penyiraman untuk mengurangi debu, tetapi hanya dilakukan satu kali saja dalam sehari. “Jelas itu tidak cukup untuk mengurangi debu yang ditimbulkan akibat pekerjaan jalan yang acak-acakan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Warino (40), pengguna jalan yang kebetulan sedang melintasi jalan tersebut, mengaku kesal harus mengantri lama akibat sistem tutup buka yang diberlakukan rekanan. Apalagi pengendara dimintai uang. Padahal idealnya yang mengatur dan menjaga jalan itu seharusnya dari pihak Dishub atau Polantas.

“Duh pak gimana ini saya melintasi jalan ini harus menghirup debu-debu pekat, apalagi di saat ngantri menunggu giliran dimintain uang lagi,” pungkasnya. (Mad/R4/HR-Online)