Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita TerbaruAgun: Regenerasi di Tubuh DPP Partai Golkar Adalah Kebutuhan!

Agun: Regenerasi di Tubuh DPP Partai Golkar Adalah Kebutuhan!

Sejumlah politisi Partai Golkar berkumpul di acara Silaturahmi 50 Tahun Partai Golkar dan menyongsong Munas Ke-9 Partai GOLKAR dengan tema “Mewujudkan Visi 2045 Melalui Regenerasi Kepemimpinan Partai GOLKAR”, di Jakarta, Kamis (30/11/2014). Foto: kangagun.com

Sejumlah politisi Partai Golkar berkumpul di acara Silaturahmi 50 Tahun Partai Golkar dan menyongsong Munas Ke-9 Partai GOLKAR dengan tema “Mewujudkan Visi 2045 Melalui Regenerasi Kepemimpinan Partai GOLKAR”, di Jakarta, Kamis (30/11/2014). Foto: kangagun.com
Sejumlah politisi Partai Golkar berkumpul di acara Silaturahmi 50 Tahun Partai Golkar dan menyongsong Munas Ke-9 Partai GOLKAR dengan tema “Mewujudkan Visi 2045 Melalui Regenerasi Kepemimpinan Partai GOLKAR”, di Jakarta, Kamis (30/11/2014). Foto: kangagun.com

Jakarta, (harapanrakyat.com),-

Enam politisi senior Partai Golkar bersepekat untuk menyikapi situasi politik jelang Munas (Musyawarah Nasional) di internal partai berlambang pohon beringin ini. Mereka mengaku terpanggil sebagai kader-kader Partai Golkar terhadap kondisi partai yang memprihatinkan saat ini.

Enam politisi yang menyuarakan pembaruan dan regenerasi di tubuh DPP Partai Golkar ini adalah Hajriyanto Y Thohari, Airlangga Hartarto, Zainuddin Amali, Melky Mekeng, Ridwan Mukti dan Agun Gunandjar Sudarsa.

Politisi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, mengatakan, sebenarnya masih banyak kader-kader Partai Golkar yang lain yang juga turut merasakan keprihatinan yang sama.

“Kami melihat kedepan populasi dan karakteristik pemilih Pemilu 2019 itu sudah sangat berubah. Sementara di internal Partai Golkar, kami para inisiator di tahun 2019 nanti masuk di usia 50-60 tahun. Pada saat yang sama kader-kader yang betul-betul muda secara riil sudah masuk ke parlemen periode 2014-2019 ini,” ujarnya, di Jakarta, Senin (03/11/2014).

Maka dengan sendirinya, lanjut Agun, perlu dilakukan regenerasi kepemimpinan dalam tubuh Partai Golkar sebagai respon terhadap fenomena pemilih di masyarakat. “Dan regenerasi tersebut merupakan perjalanan Partai Golkar yang harus ditempuh untuk menunjukan jati dirinya sebagai kekuatan pembaruan dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.

Agun mengungkapkan, para inisiator pembaruan Partai Golkar ini, mencermati bagaimana kondisi riil partai saat ini jika dibandingkan dengan kondisi partai pada saat awal reformasi.

Menurutnya, ketika Golkar saat itu bertranformasi menjadi partai politik ditengah opini dan tekanan publik dan media massa untuk pembubaran, tapi hasilnya Partai Golkar mampu bertahan dan menjadi pemenang kedua di Pemilu 1999, bahkan menjadi pemenang di Pemilu 2004 dengan 128 kursi di parlemen berkat paradigma baru Partai Golkar dibawah kepemimpinan Akbar Tanjung.

Agun menambahkan, dengan kondisi objektif partai saat ini dan fenomena pemilih kedepan, ditambah semakin kompetitifnya partai-partai lain menangkap momentum perubahan tersebut, dirinya yakin bahwa regenerasi kepemimpinan di Partai Golkar merupakan kebutuhan.

“Terbukti, Presiden terpilih (Jokowi) berusia 52 tahun dengan kemampuan komunikasi yang baik dengan pemilih pemula. Suka atau tidak hanya dengan regenerasi kepemimpinan itulah Partai Golkar sebagai bibit persemaian, pembentukan karakter bangsa melalui kaderisasi akan terwujud dengan sendirinya,” katanya.

Agun menegaskan, kejayaan Partai Golkar tidak akan mungkin tercapai jika kader-kadernya yang berhimpun di AMPG dan AMPI saat ini, tidak menjadi bagian yang dilibatkan untuk memimpin Partai Golkar lima tahun kedepan di Munas ke-9 yang akan digelar tahun 2015 mendatang.

“Karena jika tidak, maka keterpurukan partai yang kita cintai bersama ini sudah menyongsong didepan mata kita. Karena itu para inisiator memilih untuk bergerak mencegah agar keterpurukan itu tidak terjadi.,” ujarnya.

Para inisiator pembaruan Partai Golkar ini, kata Agun, akan terus bergerak dari Sabang sampai Merauke. “Dan tentunya dengan dukungan dan restu dari segenap kekuatan elemen partai yang ada dengan sebuah ikhtiar bahwa regenerasi kepemimpinan di Partai Golkar harus kami tempuh dan kami lakukan karena kami sadar sebenarnya putra-putri terbaik bangsa lebih banyak berhimpun di tubuh Partai Golkar,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung, mengaku memahami gagasan yang disuarakan enam politisi yang menjadi inisator pembaruan Partai Golkar ini.

“Para inisiator ini adalah junior-junior saya. Mereka pun sudah akrab betul dengan saya,” katanya.

Akbar menambahkan, keenam inisitor itu sudah lebih dari 10 tahun berkiprah ditingkat kepemimpinan nasional maupun di Partai Golkar. “ Maka saya merasa mereka-mereka ini adalah aset yang layak menjadi penerus dalam kepemimpinan Partai Golkar maupun kepemimpinan bangsa kita,” katanya.

Menurut Akbar, dari paparan mereka, dirinya mencatat adanya suatu keprihatinan yang didasari oleh rasa cinta kepada Partai Golkar, sehingga mereka terpanggil untuk melakukan suatu perbaikan terhadap kondisi internal partai yaitu pembaruan atau regenerasi.

“Dari keterpanggilan itu mereka tidak ragu-ragu untuk menyatakan akan maju pada pemilihan Ketua Umum Partai Golkar di Munas nanti, dan itu harus dihormati,” pungkasnya. (Deni/R2/HR-Online)