Angkutan Mogok, Pelajar di Ciamis Ini Terpaksa Pulang Jalan Kaki Sejauh 9 KM

Sejumlah pelajar di Kecamatan Banjarsari, harus berjalan kaki dari sekolah ke rumahnya, menyusul aksi mogok yang dilakukan awak dan pengusaha angkutan umum secara nasional, Rabu (19/11/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan pelajar SMP Negeri 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, terpaksa harus berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya menyusul aksi mogok yang dilakukan seluruh sopir dan pengusaha armada angkutan umum, Rabu (19/11/2014) siang.

Dari kampus sekolah yang berada di Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari itu, puluhan pelajar laki-laki dan perempuan ini harus rela menyusuri jalan raya sejauh 7 kilometer untuk sampai ke pusat kota Banjarsari. Bahkan, ada beberapa siswa yang berasal dari Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, harus rela berjalan kaki hingga sejuah 9 kilometer untuk sampai ke rumahnya.

Yadi, siswa SMP Negeri 2 Banjarsari, mengatakan, saat pergi ke sekolah tadi pagi, dirinya diantar oleh orang tuanya menggunakan sepeda motor. Namun, di saat pulang sekolah, dia memilih ramai ramai berjalan kaki dari Cicapar menuju pusat kota Banjarsari. “ Jarak dari sekolah ke rumah, paling sekitar 7 kilometer. Kayanya gak kerasa jauh kalau jalan ramai-ramai seperti ini,” katanya.

Bahkan, menurut Yadi, ada di antara temannya, yang harus menempuh perjalanan sejauh 9 kilometer dari sekolah. “ Itu teman saya dari Sindanghayu. Lebih jauh lagi mereka,” katanya.

Rina pelajar lainnya, berharap, aksi mogok angkutan umum ini tidak sampai berlarut lama. Karena jika besok kembali mogok, dirinya khawatir datang ke sekolah kesiangan lagi. “Tadi saya kesiangan datang ke sekolah, karena sempat nunggu angkutan umum yang tak kunjung datang. Akhirnya, saya tadi naik ojeg ke sekolah,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar