Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita CiamisCegah Kenakalan Remaja, Sekolah di Ciamis Diminta Data Siswa ‘Ngekos’

Cegah Kenakalan Remaja, Sekolah di Ciamis Diminta Data Siswa ‘Ngekos’

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kalangan pemerhati masalah sosial meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis untuk terlibat secara langsung dalam mengantisipasi kenakalan di kalangan siswa remaja atau usia pelajar.

Toni Ichlas, pemerhati masalah sosial, ketika dimintai tanggapan oleh HR, beberapa waktu lalu, mengatakan, salah satu objek yang perlu mendapat perhatian adalah agenda pendataan siswa yang tinggal di rumah sewaan atau kos-kosan.

“Disdikbud perlu menginstruksikan kepada sekolah untuk mendata siswa yang tinggal di kos-kosan. Berikan mereka kewenangan untuk melakukan pendekatan dan memberikan perhatian kepada siswa yang tinggal di kos-kosan,” katanya.

Selain pengawasan orang tua, kata Toni, sekolah juga perlu melakukan pengawasan yang intensif agar para siswa tidak mudah dipengaruhi oleh pergaulan bebas yang melanda bangsa Indonesia dewasa ini.

Menurut Toni, sekolah juga bisa berperan sebagai orangtua siswa ketika di sekolah. Begitupun masyarakat yang berada di kawasan tempat kos para siswa. Sebagai orangtua, masyarakat juga memiliki kewajiban untuk memberikan perhatian terhadap lingkungan dimana siswa itu ngekos.

Toni mengaku khawatir, setelah dirinya mendengar ada istilah siswa mencari kos-kosan yang ‘bebas’. “Ternyata ada istilah di kalangan remaja atau pelajar, ketika mereka ingin mencari tempat kos. Mereka menyebutnya dengan tempat kosan yang bebas. Bebas disini memiliki ribuan penafsiran atau makna. Apakah bebas beraktifitas, bebas pacaran, bebas tanpa pengawasan orang dewasa,” katanya.

Kekhawatiran Toni bukan tanpa dasar, dia mensinyalir, bila kehidupan remaja kosan tanpa ada pengawasan dari orang tua, masyarakat dan sekolah, maka akan berujung pada teradinya kerusakan moral.

Bila sudah terjadi, semua kalangan tidak mau disalahkan, pemerintah menyatakan diri telah berusaha memperbaiki dekadensi moral ini dengan berbagai program. Ulama’ juga demikian, menyatakan diri sama dengan pemerintah, mereka mengklaim telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaikinya.

Toni menandaskan, kehidupan pelajar atau remaja yang tinggal di kosan dan tanpa pengawasan, akan sangat rentan dipengaruhi pergaulan bebas masa kini. Untuk itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan, berkewajiban untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka yang tinggal di kosan. (deni/Koran-HR)