Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BanjarDemo Kenaikkan BBM, Mahasiswa Sandera Mobil Dinas Pemkot Banjar

Demo Kenaikkan BBM, Mahasiswa Sandera Mobil Dinas Pemkot Banjar

Mahasiswa tengah menyandera mobil berplat merah saat melintas di sekitar SPBU Parungsari, Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

_DSC0160

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pasca dinaikkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD dan kantor Setda Kota Banjar, Selasa (18/11/2014).

Dalam aksinya itu, mereka berorasi mengecam kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang telah menaikkan harga BBM. Mereka menilai, kenaikan tersebut hanya akan membebani rakyat kecil. Untuk itu, PMII meminta semua wakil rakyat menolak kenaikkan harga BBM.

“Semua anggota DPRD Banjar harus temui kami, dan ingat, anggota dewan harus mementingkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi,” kata salah seorang mahasiswa.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa itu sempat menyandera sebuah mobil dinas milik Anggota DPRD Kota Banjar. Namun, petugas berhasil mengamankan hingga akhirnya para demonstran melepaskan mobil tersebut.

Setelah puas, mereka kemudian membubarkan diri dan selanjutnya berjalan menuju SPBU Parungsari. Di sana para mahasiswa menggelar sholat ghoib di tengah jalan raya. Hal itu melambangkan matinya pemerintahan Jokowi-JK. Tak pelak, arus lalu-lintas kendaraan pun menjadi macet.

Usai melakukan aksi di SPBU Parungsari, kemudian mereka bergerak menuju kantor Setda Banjar untuk berorasi. Di depan kantor tersebut, para pendemo terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan.

Aksi saling dorong terjadi akibat para demonstran memaksa ingin masuk ke halaman kantor. Bahkan, satu orang mahasiswa menjadi bulan-bulanan petugas karena memaksa masuk.

Situasi tersebut membuat para pendemo semakin marah lantaran teman mereka dipukuli aparat keamanan. “Aparat seharusnya melindungi, bukan memukuli kami,” kata Wakil Ketua PMII Kota Banjar, Wahidan.

Namun, kericuhan akhirnya dapat diredam setelah Kabag Ops. Polresta Banjar meminta maaf atas gesekan yang tadi terjadi. Selasai berorasi, para pendemo pun membubarkan diri.

Mobil Dinas Pemkot Banjar Disandra Pendemo

Aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII Kota Banjar, juga diwarnai aksi penyanderaan mobil plat merah bernopol Z 153 X yang dikemudikan Kepala Bidang Anggaran DKAD Kota Banjar, Kustiawan. Meski tak lama, namun aksi penyanderaan itu sempat memacetkan arus lalu-lintas.

Para mahasiswa menggiring mobil milik Pemkot Banjar itu untuk ikut mengantarkan mereka berdemo di kantor Setda Banjar. Di tengah perjalanan, para pendemo menyandera kembali mobil berplat merah Kelurahan Hegarsari. Mobil tersebut dipaksa memutar balik untuk ikut mengantarkan para pendemo ke kantor Setda.

Menurut Kustiawan, dirinya ketika itu akan berangkat ke kantor setelah sebelumnya pulang pada jam istirahat. Tapi, ia terjebak di tengah-tengah para demonstran. “Saya kaget sekali, dan akhirnya saya menuruti saja apa kata mereka, daripada mobil dirusak,” tuturnya, kepada HR.

Dalam aksi demo di depan kantor Setda, mobil dinas miliknya itu pun dinaiki oleh seorang pendemo untuk berorasi. Akibatnya, bagian atap mobil tersebut penyok. (Hermanto/Koran-HR)