Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarDi Banjar, Hujan Deras Sebabkan Atap Rumah Ambruk

Di Banjar, Hujan Deras Sebabkan Atap Rumah Ambruk

Petugas BPBD Kota Banjar tengah membersihkan sisa-sisa atap rumah dan dinding rumah milik Miska (70), warga dusun Sinargalih, Desa Sinartanjung, Kec. Pataruman, Kota Banjar, yang ambruk setelah diguyur hujan deras, Jumat malam, (14/11/2014), sekitar pukul 20.00 WIB. Foto: Hermanto/HR

Petugas BPBD Kota Banjar tengah membersihkan sisa-sisa atap rumah dan dinding rumah milik Miska (70), warga dusun Sinargalih, Desa Sinartanjung, Kec. Pataruman, Kota Banjar, yang ambruk setelah diguyur hujan deras, Jumat malam, (14/11/2014), sekitar pukul 20.00 WIB. Foto: Hermanto/HR
Petugas BPBD Kota Banjar tengah membersihkan sisa-sisa atap rumah dan dinding rumah milik Miska (70), warga dusun Sinargalih, Desa Sinartanjung, Kec. Pataruman, Kota Banjar, yang ambruk setelah diguyur hujan deras, Jumat malam, (14/11/2014), sekitar pukul 20.00 WIB. Foto: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Akibat guyuran hujan deras, rumah Miska (70), warga dusun Sinargalih, Rt 38/8, Desa Sinartanjung, Kec. Pataruman, Kota Banjar, atap rumah dan dindingnya ambruk, Jumat malam, (14/11/2014), sekitar pukul 20.00 WIB.

Rumah yang telah lapuk dimakan usia itu, tak berdaya ketika hujan deras mengguyur Kota Banjar hingga pagi hari. Tidak ada korban jiwa maupun luka atas peristiwa tersebut.

Miska berserta istrinya yang tengah berada didalam rumah, sempat melarikan diri ke rumah tetangganya, sebelum peristiwa itu terjadi.

“Karena hujan begitu deras, saya berserta istri langsung keluar rumah untuk mencari tempat berlindung. Syukur Alhamdulillah kami selamat,” ucapnya kepada HR Online, Sabtu, (15/11/2014).

Kepala BPBD Kota Banjar, Eman Suratman, didampingi Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan, Asep Setiadi, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pihak Desa Sinartanjung, langsung terjun ke lapangan, dan memberikan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 3 paket, dan logistik lainnya.

Asep menghimbau, agar masyarakat disaat pancaroba cuaca yang ekstrim ini, untuk waspada dengan berbagai ancaman bencana, seperti banjir, angin puting beliung dan bencana lainnya. (Hermanto/R1/HR-Online)