Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariDi Ciamis, Mobil Ertiga Hantam Motor Revo, Satu Orang Tewas

Di Ciamis, Mobil Ertiga Hantam Motor Revo, Satu Orang Tewas

Mobil Suzuki Ertiga nopol E 1025 LA terlibat tabrakan dengan sepeda motor Honda Revo nopol Z 4892 VE, di Jalan Raya Banjar- Pangandaran, tampak mengalami kerusakan di bagian body depannya. Foto: Subagja Hamara/HR

Mobil Suzuki Ertiga nopol E 1025 LA terlibat tabrakan dengan sepeda motor Honda Revo nopol Z 4892 VE, di Jalan Raya Banjar- Pangandaran, tampak mengalami kerusakan di bagian body depannya. Foto: Subagja Hamara/HR
Mobil Suzuki Ertiga nopol E 1025 LA terlibat tabrakan dengan sepeda motor Honda Revo nopol Z 4892 VE, di Jalan Raya Banjar- Pangandaran, tampak mengalami kerusakan di bagian body depannya. Foto: Subagja Hamara/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Mobil Suzuki Ertiga nopol E 1025 LA terlibat tabrakan dengan sepeda motor Honda Revo nopol Z 4892 VE, di Jalan Raya Banjar- Pangandaran, tepatnya di Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Minggu (02/11/2014). Akibatnya, seorang penumpang sepeda motor diketahui tewas dalam kecelakaan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun HR, kecelakaan berawal ketika Mobil Suzuki Ertiga yang dikemudikan Firman Dirgantara, warga Lingkungan Cipaganti RT 04/RW 09 Kota Bandung, melaju kencang dari arah Pangandaran menuju Kota Banjar. Namun, saat melintas di belokan Cituur daerah Desa Sukajadi, Mobil Ertiga mengalami tekor hingga hilang kendali.

Sementara dari arah berlawanan, muncul sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Engkus Kusnadi, seorang tukang ojek, Warga Dusun Nagrog RT 03/RW 01 Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Tabrakan pun akhirnya tidak bisa dihindari.

Akibat kecelakaan tersebut, diketahui Engkus (43) mengalami luka ringan setelah jatuh tersungkur dihantam mobil. Namun naas, Tini (58), penumpang yang dibonceng Engkus, terpental jauh hingga tersungkur ke sawah. Akibatnya, Tini mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke Puskesmas Banjarsari.

Saat mendapat pertolongan medis di Puskesmas, Tini akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami luka parah di bagian kepala dan juga paha kanannya remuk akibat terjatuh dan terpental cukup jauh.

Sementara itu, sopir Mobil Ertiga, Firman Dirgantara, mengaku dirinya mengantuk saat mengemudikan mobil hingga kemudian hilang kendali saat khendak berbelok di belokan Cituur. Dia pun mengaku setelah menabrak motor, dirinya sempat mengamankan diri ke halaman rumah warga untuk menghindar dari amuk massa.

“Saya bukan bermaksud melarikan diri, tetapi menghindar karena khawatir terjadi amuk massa. Setelah situasi aman, saya pun langsung melapor dan menyerahkan diri ke Polsek Banjarsari,” ujarnya.

Polisi yang datang ke TKP langsung mengamankan situasi dan mengamankan 2 kendaraan yang terlibat tabrakan. Sementara itu, keluarga korban yang dihubungi via telepon tidak lama dari kecelakaan datang ke Puskesmas Banjarsari.

Suami korban terlihat shok dan menangis histeris ketika melihat jasad sang istri sudah terbujur kaku dan bersimbah darah. Setelah dilakukan pemulasaraan, akhirnya jenazah korban dibawa keluarga ke rumah duka.

Sementara itu, diketahui korban yang merupakan warga Dusun Nagrog RT 03/RW 01 Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis ini, menggunakan jasa ojek khendak pergi berobat ke klinik tradisional yang berada di Kecamatan Banjasari. Namun, saat di perjalanan, malah maut menghampiri korban. (Bgj/R2/HR-Online)