Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita PangandaranDi Pangandaran, Susi Mengenang Tradisi Kopi Hitam Saat Menjadi Bakul Ikan

Di Pangandaran, Susi Mengenang Tradisi Kopi Hitam Saat Menjadi Bakul Ikan

Menteri Perikanan dan Keluatan, Susi Pudjiastuti, bersama Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy, beserta istri  saat menikmati secangkir kopi hitam yang merupakan minuman tradisi saat dirinya masih menjadi Bakul Ikan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (10/11/2014).Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Menteri Perikanan dan Keluatan, Susi Pudjiastuti, bersama Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy, beserta istri  saat menikmati secangkir kopi hitam yang merupakan minuman tradisi saat dirinya masih menjadi Bakul Ikan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (10/11/2014).Foto: Entang Saeful Rachman/HR
Menteri Perikanan dan Keluatan, Susi Pudjiastuti, bersama Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy, beserta istri saat menikmati secangkir kopi hitam yang merupakan minuman tradisi saat dirinya masih menjadi Bakul Ikan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (10/11/2014).Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Meski sudah menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Keluatan, namun gaya nyentrik dan apa adanya masih melekat pada diri Susi Pudjiastuti. Usai melakukan sidak ke Pelabuhan Ikan Cikidang, di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2014), Susi langsung mendatangi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Timur Pangandaran.

Tak pelak, sistem pengamanan protokoler standar kunjungan Menteri pun jadi tak karuan. Pasalnya, saat Susi berada di TPI Pantai Timur, langsung digerumuti para bakul ikan dan nelayan, dimana mereka adalah teman lama Sang Menteri saat dia masih menjadi bakul ikan.

Kunjungan kerja Menteri pun berubah menjadi acara mirip reunian. Pasalnya, Susi tak sungkan-sungkan mengikuti proses lelang ikan. Setelah tawar menawar harga, akhirnya proses lelang ikan pun dimenangkan oleh Sang Menteri.

Usai mengikuti lelang ikan, kemudian Susi beristirahat di sebuah tempat duduk yang berada di TPI. Dia pun langsung memesan kopi hitam di warung yang tak jauh dari tempat tersebut.

“15 tahun lalu, saat masih menjadi bakul ikan, saya sering duduk bersandar di tembok ini, sambil minum segelas kopi hitam ditemani bakul lainnya dan nelayan. Artinya, tembok ini memiliki sejarah bagi hidup saya,” ujarnya.

Menurut Susi, setiap dirinya selesai mengikuti lelang ikan, sudah menjadi rutinitas berkumpul bersama bakul dan nelayan di tempat tersebut. “ Mumpung ke sini, saya jadi kangen kopi hitam yang rasanya agak pahit. Dulu setiap hari kalau saya berada di sini pasti ditemani kopi hitam ini,” kata Susi sambil meminum kopi yang memiliki sejarah bagi dirinya itu.

Sementara itu, Sutarsih, teman waktu Susi masih menjadi bakul ikan, mengaku salut dengan pribadi Susi yang tidak berubah meski sudah menjadi seorang Menteri.

Menurutnya, Susi di mata nelayan dan bakul ikan di Pangandaran, dikenal baik dan mudah bergaul.” Kelebihan lainnya, Bu Susi itu orangnya cerdas. Jadi, tak salah Pak Jokowi memilih dia menjadi Menteri,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)