Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BanjarDipicu Rasa Cemburu, Seorang Waria di Banjar Nyaris Tikam Kekasihnya

Dipicu Rasa Cemburu, Seorang Waria di Banjar Nyaris Tikam Kekasihnya

Photo ilustrasi.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dipicu perasaan cemburu, Puji, seorang waria (wanita pria), nyaris menikam Aris, kekasih hatinya yang diduga telah berselingkuh dengan orang lain. Bahkan, Puji sendiri nekad melakukan percobaan bunuh diri.

Peristiwa menghebohkan warga Lingkungan Cikabuyutan Barat itu, terjadi pada hari Senin sore (24/11/2014). Alhasil, aksi tersebut dapat dicegah warga, sehingga tragedi yang hampir memakan korban dapat dihindari.

Menurut keterangan Nanang Atong, salah seorang tetangga Puji, mengatakan, keduanya sudah menjalin asmara selama kurang lebih tiga bulan. Semenjak Puji menempati rumah kontrakannya di RT.3, RW.10, Lingkungan Cikabuyutan Barat, Kel. Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar, keduanya kerap terdengar bertengkar.

“Pertengkaran mulut antara Puji dan Aris, kekasihnya, sudah sering terjadi, dan puncaknya hari Senin kemarin. Mungkin Puji sudah tak kuat menahan rasa kesal dan cemburunya yang sudah meledak-ledak. Sehingga, ketika Aris datang maka kemarahan Puji pun memuncak,” tutur Nanang, kepada HR, Selasa (25/11/2014).

Mendengar pertengkaran Puji dan Aris yang semakin menjadi-jadi, maka Nanang dan tetangga lainnya menghampiri keduanya. Warga pun kaget melihat Puji sedang memegang sebilah pisau yang siap dihujamkan ke tubuh Aris.

Namun, dengan sigap Nanang dibantu adiknya memegang tangan Puji. Mungkin kesal karena aksinya dapat dicegah oleh Nanang, akhirnya pisau itu digunakan Puji untuk menyayat pergelangan tangannya sendiri, sambil berteriak bahwa dirinya akan bunuh diri.

Lagi-lagi aksi nekad Puji juga dapat digagalkan hingga emosi Puji pun mereda setelah petugas dari kelurahan, kepolisian dan Koramil didampingi Ketua RW setempat datang ke lokasi.

“Memang Puji sangat menyayangi Aris, pemuda asal Cimerak, kalau Puji berasal dari Solo, Jawa Tengah. Saking sayangnya, apa saja Puji berikan untuk Aris. Aya naon-naon jang Aris, boh duit atawa dahareun, mani bageur pisan nu ngaran Puji ka Aris teh,” kata Nanang.

Mungkin tidak rela kalau Aris berpaling ke orang lain, sehingga rasa cemburu dan emosi Puji yang tidak bisa dibendung nyaris menghabisi nyawa Aris, Puji sendiri gagal melakukan bunuh diri berkat kesigapan warga sekitar. (AM/Koran-HR)