Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita PangandaranDump Truk yang Tertimbun Longsor di Pangandaran Sulit Dievakuasi

Dump Truk yang Tertimbun Longsor di Pangandaran Sulit Dievakuasi

Sebuah alat berat beco saat melakukan evakuasi terhadap mobil dump truk yang yang tertimbun rerentuhan batu besar, di Dusun Sindangsari, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (16/11/2014). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Kalipucang, (harapanrakyat.com),-

Sebuah dump truk pengangkut cabluk karang yang tertimbun rerentuhan batu besar setelah sebuah tebing mengalami longsor, di Dusun Sindangsari, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (16/11/2014), tampaknya sulit dievakuasi.

Tim evakuasi yang menerjunkan sebuah alat berat beko untuk menyingkirkan batu besar yang menimbun dump truk, hingga malam tadi tampaknya belum membuahkan hasil. Akhirnya, tim memutuskan untuk menghentikan proses evakuasi sembari mencari cara lain untuk menyelamatkan dump truk tersebut. (Baca juga: Dump Truk di Pangandaran Ringsek Tertimbun Bebatuan Longsor)

Operator beco, Nano, mengaku kesulitan mengevakuasi mobil truk yang tertimbun reruntuhan batu karang. Selain kondisi cuaca, lanjut dia, batu yang menimbun mobil truk milik Asep Ool itu ukurannya terlalu besar.

“Saat diguyur hujan seperti ini, evakuasi terpaksa harus dihentikan. Karena kita khawatir jika batu yang menimbun truk ini disingkirkan, malah mengundang batu yang berada diatasnya kembali longsor,” ujarnya, saat melakukan evakuasi di lokasi kejadian, Minggu (16/11/2014).

Pihaknya, kata Nano, akan mencoba melakukan evakuasi pada hari berikutnya. “Kita tunggu besok di saat cuaca sedang cerah. Kita juga tengah memikirkan cara lain untuk mengevakuasi dump truk ini,” ujarnya.

Sementara itu, setelah terjadi mobil dump truk tertimbun longsor, membuat penggalian batu cabluk untuk sementara dihentikan. Pasalnya, di saat intensitas hujan yang selalu tinggi dalam sepekan ini, dikhawatirkan terjadi kembali longsor susulan.

“Kondisi tebing yang berada di atas batu yang runtuh setelah diteleti ternyata sudah retak. Apabila hujan deras kembali turun, kita khawatir batu yang berada di atas bukit itu kembali runtuh dan lagi-lagai menimbun mobil truk,” ungkapnya. (Ntang/R2/HR-Online)