Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisGila! Banyak Kepsek di Ciamis ‘Cuek’, Saat Siswanya Terlantar Tak Bisa Pulang

Gila! Banyak Kepsek di Ciamis ‘Cuek’, Saat Siswanya Terlantar Tak Bisa Pulang

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis, Hendra Marcusi, saat melakukan sidak, di SMP Negeri 1 Cikoneng, memantau kondisi siswa di saat terjadi aksi mogok angkutan umum, Rabu (19/11/2014). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

IMG-20141119-02592

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis, Hendra Marcusi, mengaku kecewa banyak kepala sekolah, baik SMP maupaun SMA di Kabupaten Ciamis, malah meninggalkan kantornya, saat terjadi aksi mogok angkutan umum, Rabu (19/11/2014), kamarin, yang menyebabkan banyak siswa terlantar tidak bisa pulang ke rumahnya.

Padahal, tegas Hendra, seorang kepala sekolah seharusnya ada di sekolahnya ketika terjadi kondisi seperti itu. “ Setelah kami melakukan sidak, ternyata banyak kepala sekolah yang meninggalkan sekolahnya ketika peserta didiknya tengah kebingungan mencari angkutan umum, termasuk kepala sekolah di sekolah ini (SMP 1 Cikoneng),” kata Hendra, saat melakukan sidak, di SMP Negeri 1 Cikoneng, kemarin.

Hendra mengatakan, pihaknya sengaja melakukan sidak ke sekolah, untuk memantau kondisi siswa di saat seluruh angkutan umum tengah melakukan aksi mogok. “Ternyata setelah kami pantau, banyak siswa yang terlantar dan berkerumun di pinggir jalan. Mereka kebingungan tidak bisa pulang ke rumahnya,” ujarnya.

Hendra menuturkan, saat sidak ke SMPN I Cikoneng, kepala sekolahnya tidak ada di tempat. Padahal, seharusnya seorang pimpinan ketika menghadapi permasalahan ini harus bisa bertanggung jawab.

” Walaupun tidak bisa hadir karena ada keperluan kedinasan, kepala sekolah sebagai pimpinan harus berkoordinasi dengan guru atau wakil kepala sekolah,” tegasnya.

Tetapi, lanjut Hendra, saat ditanya kepada guru di sekolah tersebut, kepala sekolah tidak mengintruksikan sama sekali untuk mengantisipasi terlantarnya siswa akibat aksi mogok ini.

“Banyak cara yang bisa dilakukan oleh sekolah untuk mencegah siswanya terlantar akibat aksi mogok angkutan ini. Ya bisa dengan cara mengantarkan langsung oleh guru atau sekolah melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk mengangkut peserta didik. Saya lihat tadi, masih ada siswa yang menangis akibat kebingungan tidak bisa pulang,” tuturnya. (DSW/R2/HR-Online)