Guru Bule Ini Pikat Siswa SMAN 1 Pangandaran

Kiplin (tengah), turis asing asal Amerika yang kini mengajar sebagai guru relawan di SMA Negeri 1 Pangandaran, saat difoto bersama Wartawan HR Entang Saeful Rachman (kiri) dan seorang warga Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Kiplin

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kiplin (24), seorang turis asing dengan kewarganegaran Amerika Serikat ini, sengaja datang ke Indonesia sekedar untuk menjadi seorang guru relawan. Wanita cantik ini, kini mengajar sebagai Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Pangandaran.

Kehadiran Kiplin di tengah-tengah siswa/i SMA Negeri 1 Pangandaran, tampaknya mendapat respons yang luar biasa. Selain dia seorang turis asing, juga kencantikannya memikat siswa laki-laki. Pribadi Kiplin yang ramah dan mudah bergaul, membuat para siswa senang diberi materi pelajaran oleh guru bule ini.

Kepala SMA Negeri 1 Pangandaran, Drs. Surman, mengatakan, Kiplin adalah salah satu guru relawan dari Amerika yang tengah menjalankan program kerjasama pendidikan antara Amerika dengan Indonesia. Pihak sekolah, lanjut dia, tidak memberikan honor atau gaji apapun kepada guru bule ini.

“Kita hanya memberikan rumah kontrakan saja untuk Kiplin. Karena dia datang mengajar ke sekolah ini, sebagai perwakilan dari negaranya dalam rangka kerjasama pendidikan dengan Indonesia,” ujarnya, kepada HR, pekan lalu.

Menurut Surman, kehadiran guru bule ini di sekolahnya, mendapat banyak manfaat bagi siswanya. Selain siswa bisa mempelajari bahasa inggris secara langsung dari orang Amerika, juga sosok Kiplin yang cantik dan mudah bergaul menjadi pemikat bagi para siswa untuk belajar lebih antusias.

“Saya melihat jika Kiplin mengajar di kelas, respon anak-anak sangat luar biasa. Mudah-mudahan kondisi itu memberikan hal yang positif bagi anak-anak agar cepat menguasai pelajaran Bahasa Inggris,” ujarnya.

Menurut Surman, meski baru beberapa hari di Indonesia, namun Kiplin cepat sekali menguasai bahasa Indonesia. Dengan kelebihan itu, membuat Kiplin cepat beradaptasi dengan para siswa. “ Meski bahasa Indonesianya masih lambat, namun setidaknya baru beberapa pekan di sini dia sudah bisa beradaptasi,” ujarnya.

Namun sayang, ketika HR ingin mewawancarai guru bule cantik ini, yang bersangkutan tengah sibuk mengajar di kelas. HR pun belum berhasil meminta keterangan dari sang guru idola ini. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar