Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita CiamisHerdiat: PSGC Ciamis Lolos ke Semifinal, Ketum PSSI Ucapkan Selamat

Herdiat: PSGC Ciamis Lolos ke Semifinal, Ketum PSSI Ucapkan Selamat

Manajer PSGC Ciamis, H. Herdiat

poto-berita-1

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Setelah sebelumnya sempat terjadi simpang siur terkait klub mana yang akan menjadi pengganti PSS Sleman dan PSIS Semarang yang didiskualifikasi dari babak semifinal kompetisi Divisi Utama, kini terjawab sudah. PSGC Ciamis dan Persiwa Wamena sudah ditetapkan oleh PT Liga Indonesia sebagai klub penggantinya.

Namun, sebelum PT Liga menetapkan klub pengganti, sempat muncul beragam spekulasi yang salah satunya menyebut PSGC dan Persiwa pun akan didepak oleh Komdis PSSI lantaran pernah melakukan WO saat laga babak 8 besar berlangsung. Setelah spekulasi itu muncul, kemudian santer terdengar bahwa PSPS Cilacap dan Persis Solo yang akan menjadi klub pengganti dan lolos ke semifinal secara otomatis.

Selain itu, ada juga muncul wacana laga semifinal ditiadakan, dan akan langsung menggelar laga final yang mempertemukan Martapura FC melawan klub pemenang laga Borneo FC kontra Persis Solo. Wacana itu pun sempat ramai diberitakan sejumlah media massa nasional, baik media cetak maupun online.

Namun, dewi fortuna tampaknya tetap memihak kepada PSGC Ciamis, meski sebelumnya Komdis PSSI sempat mengancam akan melakukan investagasi terhadap kasus WO yang dilakukan PSGC dan Persiwa. Ancaman itu dilontarkan setelah PSIS dan PSS dijatuhkan sanksi diskualifikasi oleh Komdis menyusul kasus sepakbola gajah yang sempat ramai dan menjadi topik terhangat d sejumlah media, beberapa waktu lalu.

Namun, niat Komdis yang akan melakukan investigasi, pada kenyataannya tidak dilakukan. Malah dalam keputusan Komdis menyebutkan bahwa kasus WO yang dilakukan PSGC dan Persiwa bukan sebuah kejadian spektakuler dan tidak layak mendapatkan sanksi.

Manajer PSGC Ciamis, H. Herdiat, mengatakan, sejak PSIS dan PSS Sleman mendapatkan sanksi diskualifikasi dari kompetisi, pihaknya sudah berkeyakinan bahwa PSGC –lah salah satu klub yang akan menjadi pengganti dan lolos secara otomatis ke semifinal.

Menurut Herdiat, keyakinan itu berpegang kepada regulasi kompetisi yang dibuat oleh PSSI. Dia mengatakan, dalam regulasi kompetisi PSSI, disebutkan bahwa sanksi yang dijatuhkan kepada tim yang melakukan WO, hanya akan mendapatkan denda dan pengurangan tiga poin pada klasemen. Selain itu, tidak ada sanksi lainnya.

Kedua, kata Herdiat, dalam regulasi PSSI pun disebutkan, apabila ada klub yang didiskualifikasi atau digugurkan karena suatu permasalahan, namun klub tersebut lolos ke babak berikutnya, maka sebagai klub penggantinya adalah klub yang berada di bawahnya berdasarkan ranking pada klasemen.

“Kalau merujuk kepada regulasi, sudah jelas PSGC sebagai tim pengganti dan otomatis lolos ke semifinal. Sementara terkait kasus WO, itu bukan sebuah kasus yang luar biasa, karena banyak klub di Divisi Utama yang pernah melakukan WO, tetapi tidak menghambat mereka lolos ke babak berikutnya,” ungkapnya, Kamis (20/11/2014).

Keyakinan PSGC akan lolos ke babak semifinal, lanjut Herdiat, semakin dipertebal ketika dirinya bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, di kantor PSSI, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Saat itu saya bersama rombongan manajemen datang ke kantor PSSI untuk mengurus banding empat pemain PSGC. Dan saat itu saya tidak sengaja bertemu dengan Pak Djohar Arifin,” katanya.

Saat bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Herdiat mengaku memperkenalkan diri bahwa dirinya adalah Manajer PSGC Ciamis kepada Djohar Arifin dan memberitahukan maksud dan tujuan datang ke kantor PSSI.

Setelah berkenalan, kata Herdiat, tanpa diduga Djohar Arifin langsung mengucapkan selamat atas lolosnya PSGC Ciamis ke babak semifinal Divisi Utama. “Tinggal tunggu saja keputusan resminya,” kata Herdiat menirukan perkataan Djohar Arifin saat pertemuan tersebut.

Herdiat pun mengaku lega setelah mendapat pemberitahuan secara lisan tersebut. Pasalnya, saat itu pada pemberitaan di sejumlah media nasional, masih simpang siur terkait siapa klub pengganti PSS dan PSIS yang lolos ke semifinal. “ Ternyata PSSI sudah berlaku adil dan konsisten menjalankan regulasi yang sudah dibuatnya,” pungkasnya. (DSW/Bgj/R2/HR-Online)