Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita BanjarLapas Banjar Razia Ruang Tahanan, 30 Handphone Napi Diamankan

Lapas Banjar Razia Ruang Tahanan, 30 Handphone Napi Diamankan

Petugas Lapas Banjar saat menggeledah kamar tahanan di salah satu blok. Foto: Hermanto/HR

Sejumlah HP yang berhasil disita petugas Lapas Banjar saat merazia ruang tahanan. Foto: Hermanto/HR
Sejumlah HP yang berhasil disita petugas Lapas Banjar saat merazia ruang tahanan. Foto: Hermanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam rangka penertiban alat komunikasi berupa handphone dan peredaran narkoba, Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kota Banjar, menggelar razia ke semua ruang tahanan, Senin malam (10/11/2014), sekitar jam 21.00 WIB.

Kepala Lapas Kota Banjar, Drs. Dadang Sudrajat, M.Si., mengatakan, razia tersebut dilakukan sesuai dengan perintah dari Kepala Divisi Pemasyarakatan. Sedikitnya 30 unit handphone berhasil diamankan petugas.

Razia yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banjar itu, pertama menyusuri sel di Blok B. Di tempat itu petugas berhasil mengamankan 8 handphone dari tangan warga binaan.

Selanjutnya, petugas menyusuri sel yang berada di Blok C dan D. Di Blok C petugas kembali berhasil mengamankan handphone sebanyak 12 unit, sedangkan dari Blok D ada 10 unit.

Diduga handphone digunakan warga binaan untuk berkomunikasi atau bertransaksi narkoba antara warga binaan dengan orang luar Lapas. Namun, dalam razia yang berlangsung selama tiga jam itu petugas tidak menemukan barang-barang mencurigakan seperti narkoba, senjata tajam atau pun barang sejenisnya.

Dadang mengakui, banyaknya warga binaan di Lapas Banjar menggunakan handphone akibat minimnya petugas. Selain itu, di Lapas Banjar juga tidak ada petugas wanita yang ditugaskan untuk menggeledah setiap pengunjung yang akan menjenguk.

“Intinya kami di sini kekurangan petugas, khususnya petugas wanita, sehingga HP dengan mudah masuk ke dalam,” kata Dadang, saat ditemui HR, Selasa (11/11/2014).

Dia menambahkan, pihak Lapas akan terus melakukan razia serupa, bahkan razia tersebut akan menjadi agenda rutin setiap dua minggu sekali. Dengan begitu, pihaknya berharap Lapas Banjar akan bersih dari peredaran narkoba ataupun transaksi lainnya. (Hermanto/Koran-HR)