Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita BanjarPentas Seni Budaya Dangiang Galuh Pakuan Hibur Warga Banjar

Pentas Seni Budaya Dangiang Galuh Pakuan Hibur Warga Banjar

Tarian tradisional Sunda yang ditampilkan para penari dari grup kesenian Dangiang Galuh Pakuan, pimpinan Bupati Purwakarta mampu menyedot perhatian warga Kota Banjar, Jawa Barat. Photo: Hermanto/HR.

Banjar, (haraanrakyat.com),-

Pementasan grup kesenian Dangiang Galuh Pakuan pimpinan tokoh budaya Jawa Barat yang juga bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, berhasil menghibur warga Kota Banjar, Jum’at malam (31/10/2014), di Taman Kota Lapang Bhakti.

Pagelaran seni tersebut membawakan perpaduan antara tarian tradisonal Sunda, musikalisasi puisi, nyanyian khas Sunda, serta perpaduan antara musik tradisional dan modern.

Acara yang digelar DPD KNPI Kota Banjar dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda itu berhasil memukau ribuan penonton. Di atas panggung pagelaran yang cukup mewah dengan balutan tatanan bernuasna modern, aneka tarian dan pesan-pesan moral dari para pelaku seni disuguhkan kepada masyarakat.

Dangiang Galuh Pakuan merupakan grup kesenian yang konsisten dalam budaya Sunda. Hal ini memiliki arti mendalam, yakni selama manusia konsisten, pasti bisa hadir suatu kewibawaan.

Walaupun sebagai pimpinan grup, namun Dedi turun langsung dengan peran sebagai dalang yang pemerannya adalah para anggota grupnya. Tidak hanya itu, Dedi pun menggandeng Si Ohang dalam pementasannya, sehingga seluruh penonton dibikin ngakak dengan banyolan-banyolan khas Si Ohang.

Di tengah pagelaran, Dedi tidak ragu untuk mengajak penonton dari kalangan anak-anak dan seorang ibu untuk naik ke atas panggung pagelaran.

“Saya mengajak penonton ke atas panggung, biasanya seorang ibu-ibu dan anak-anak, karena seorang ibu adalah manusia yang pekerja keras dan melindungi anak. Jika anak-anak, itu mengingatkan kembali waktu saya kecil dulu,” ujarnya, kepada HR Online.

Pada saat seorang ibu yang bernama Emi (40) diajak untuk naik ke panggung, Dedi menanyakan pekerjaan serta kesibukannya sehari-hari. Pertanyaan tersebut langsung dijawab Emi bahwa dirinya adalah seorang pengamen yang sehari rata-rata mendapat Rp.30 ribu untuk memberi nafkah tiga orang anaknya.

Dedi pun terharu mendengar cerita Emi, sehingga suasana hening sejenak saat Dedi merangkul ibu tersebut dan meneteskan air mata. Dedi tidak sungkan, ia memberikan modal sebanyak Rp.2 juta kepada Emi, dan diikuti oleh para OPD yang hadir di acara tersebut.

Uang yang berhasil dikumpulkan dari sumbangan jumlahnya mencapai Rp.5,2 juta. Suasana pun menjadi haru, bahkan banyak para penonton yang menitikan air mata.

“Saya tidak bermaksud untuk pamer atau sejenisnya, namun hal ini dilakukan karena murni ingin membantu masyarakat yang sedang membutuhkan,” katanya, sambil mengusap air matanya.

Pagelaran pun dilanjutkan kembali. Dedi mengakui bahwa kesenian Sunda sudah dicintainya sejak dulu. Grup Dangiang Galuh Pakuan pun akan terus berkeliling ke kota-kota di Jawa Barat, tujuannya untuk membumingkan budaya-budaya Sunda.

“Sesibuk apa pun, saya akan selalu meluangkan waktu untuk berkeliling Jawa Barat dengan meniupkan ruh-ruh budaya Sunda,” pungkasnya. (Hermanto/R3/HR-Online)