Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaBerita PangandaranWarga Mangunjaya Pangandaran Khawatir Tanggul Sungai Citanduy Jebol

Warga Mangunjaya Pangandaran Khawatir Tanggul Sungai Citanduy Jebol

Tanggul Sungai Citanduy yang selama enam bulan ini mengalami longsor. Photo : Andri S Hamara/ HR

DCIM100MEDIA

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Memasuki musim penghujan, warga Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, mulai dirundung rasa khawatir. Pasalnya, tanggul Sungai Citanduy sepanjang 200 meter yang berada di RW 04, Dusun Kertajaya, beberapakali mengalami longsor. Warga mengaku takut tanggul itu jebol akibat tidak kuat menahan arus Sungai Citanduy.

Aam Jamaludin, Pegawai Desa Kertajaya, Selasa (25/11/2014), membenarkan kekhawatiran yang dialami warganya. Sebab, memasuki musim penghujan ini, curah hujan yang mengguyur wilayah itu cukup tinggi.

Kepada HR, Aam mengaku sudah melaporkan perihal longsornya tanggul Sungai Citanduy tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Bahkan menurut dia, pihaknya juga sudah mengusulkan perbaikan tanggul tersebut.

Sayangnya, kata Aam, sampai saat ini belum ada realisasi dari usulan yang disampaikan Pemerintah Desa Kertajaya. Padahal, tanggul yang mulai longsor itu sangat memerlukan penangan serius dari pihak berwenang.

Lebih lanjut Aam mengungkapkan, peristiwa longsornya tanggul Sungai Citanduy sudah terjadi sejak enam bulam silam. Kini, kondisi tanggul semakin terkikis air. Warga yang berada tidak jauh dari lokasi, sudah siap-siap mengungsi setiapkali hujan tiba.

Saliman Kurniadi, warga Dusun Bantarlowa, meminta pemerintah Kabupaten Pangandaran dan BBWS Citanduy segera melakukan tindakan dengan memperbaiki kondisi tanggul. Selama ini, warga silih berganti melakukan pengawasan terhadap kondisi air sungai setiap malam hari.

Ujang Suhendra, warga lainnya, mengaku rumahnya berada tidak jauh dari lokasi tanggul yang mengalami longsor. Dia juga sangat berharap agenda perbaikan tanggul segera direalisasikan, sebelum apa yang dikhawatirkan warga benar-benar terjadi. (Andri/Koran-HR)