Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita Banjar320 Pembalap Beradu Cepat di Kejurda Roadrace Seri 3 Banjar

320 Pembalap Beradu Cepat di Kejurda Roadrace Seri 3 Banjar

Event Kejuaraan Daerah (Kejurda) Roadrace seri ke 3 di Sirkuit Terminal Bis, Kota Banjar, Minggu (21/12/2014). Foto: Hermanto/HR

320 Pembalap Beradu Cepat di Kejurda Roadrace Seri 3 Banjar

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Event Kejuaraan Daerah (Kejurda) Roadrace seri ke 3 berlangsung meriah di Kota Banjar, Minggu (21/12/2014). Hal ini terlihat dengan banyaknya para pembalap yang mengikuti event tersebut. Tidak hanya itu penontonnya pun membludak hingga ke pinggir lintasan.

Ajang adu kebut dan adu skill serta mengasah nyali para pembalap dalam menunggang kuda besi ini, tersaji di sirkuit seputar terminal bis Banjar Patroman. Kejurda seri ke 3 road race ini merupakan putaran terakhir atau grand final.

Dalam ajang balap motor ini jumlah starter mencapai 320 pembalap. Para pembalap ini pun dibagi menjadi 17 kelas, dari kelas pemula, matic, scooter, sport, hingga kelas seeded. Selain peserta dari Kota Banjar, para pembalap in pun datang dari berbagai kota di tanah air, seperti Banten, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Kebumen, bahkan hingga Surabaya.

Dengan banyaknya jumlah peserta yang ikut balapan, ini merupakan bukti bahwa pecinta otomotif khususnya road race masih sangat antusias.

“Alhamdullilah acaranya lancar, jumlah pesertanya banyak dan para pembalap ini mampu membuat para penonton terpukau,” ujar ketua ¬†Ikatan Motor Banjar ( IMB) Ir Sodrajat Argadireja, kepada HR, di sela-sela acara.

Pria yang akrab disapa Ajat Doglo ini pun menambahkan, bahwa diselenggarakannya kegiatan Roadrace ini untuk menyalurkan bakat para pembalap khususnya pembalap yang masih muda.

Hasil dari lomba balap motor kelas bebek 4 Tak 125 cc TU-Seeded (MP1)ini adalah juara pertama diraih Irfan Chupenk dari Tasikmalaya, dan untuk kelas Bebek 4 Tak 110 cc STD-Pemula B 14 TH (MP6) juara 3 diraih Riefsa Firdaus Hakim asal Kota Banjar.

Selain itu, ajang balapan ini pun dapat meminimalisir angka balapan liar dan kenakalan remaja, seperti maraknya kasus geng motor yang selama ini meresahkan masyarakat.

Dengan maraknya balapan liar di Banjar, Doglo berharap kepada para kaum muda yang sering balapan liar, agar bisa beralih dan menyalurkan bakatnya di sirkuit. “Saya berharap para pembalap liar bisa menyalurkan bakatnya di ajang balapan resmi seperti ini,” pungkas Doglo. (Hermanto/R2/HR-Online)¬†