Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita Banjar6 Bulan Kabur dari Lapas Banjar, Ditangkap di Bekasi

6 Bulan Kabur dari Lapas Banjar, Ditangkap di Bekasi

Haji Agung (matanya ditutup lakban), seorang narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Banjar, akhirnya berhasil ditangkap jajaran Lapas Kota Banjar. Photo dok. Lapas Banjar untuk HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Selama enam bulan menjadi buronan, Haji Agung (44), seorang narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Banjar, akhirnya berhasil ditangkap jajaran Lapas Kota Banjar.

Napi tersebut ditangkap di wilayah Bekasi pada hari Minggu (14/12/2014), sekitar jam 11.00 WIB, ketika akan menjual sebuah mobil rentalan. Seperti diketahui sebelumnya, Haji Agung merupakan napi atas kasus pencurian dengan kekerasan, dan divonis hukuman 15 tahun penjara oleh pengadilan.

Napi kiriman dari Lapas Garut itu kabur disaat sedang berobat di RSU Banjar, tepatnya tanggal 10 Juli 2014. Ia kabur dengan cara naik angkot ke Terminal Banjar, dan di terminal sudah ada istrinya yang datang dari Majalengka untuk menjemput.

Dengan kaburnya napi tersebut, pada waktu itu membuat seluruh anggota sipir di Lapas Banjar menjadi sibuk. Kini, Haji Agung yang mempunyai empat istri, harus kembali ke Lapas Banjar dan mendekam di sel isolasi.

Kepala Lapas Banjar, Drs. Dadang Sudrajat, M.Si., mengatakan, tertangkapnya napi yang kabur adalah sebagai bukti bahwa pihak Lapas Banjar tidak pernah menerima suap dari Haji Agung.

Sebab, sebelumnya terdengar kabar bahwa pihak Lapas dapat japrem dari napi tersebut. “Ini adalah sebagai bukti kami, bahwa kami tidak pernah menerima suap dari siapa pun, termasuk si Agung ini,” tegas Dadang, kepada HR, Selasa (16/12/2014).

Dadang menambahkan, sebelum Haji Agung dibawa dari Bekasi, pihaknya berkoordinasi dulu dengan pihak Polda Metrojaya. Setelah selesai berkoordinasi, kemudian Dadang membawa napi tersebut kembali ke Lapas Banjar, dan tiba di Lapas pada Selasa pagi (16/12/2014), sekitar jam 10.00 WIB.

“Kami juga mengucapkan terima kasih banyak, terutama kepada warga yang telah melaporkan keberadaan napi tersebut, sehingga kami bisa menangkapnya kembal,” kata Dadang.

Sementara itu, SRI, salah satu istri Haji Agung, saat dihubungi HR melalui telepon selularnya, mengaku dirinya sangat menyesal kenal dengan Agung. Karena, Sri sendiri telah ditipu hingga mengalami kerugian sebesar Rp.5 juta.

“Saya bela-belain dia dengan menggadaikan gelang emas, namun ia malah menipu saya, dan saya sangat menyesal kenal sama dia,” ungkapnya. (Hermanto/R3/HR-Online)